TPID se-Sulampua Bersinergi Kendalikan Inflasi

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan (tengah) saat Rakorwil TPID se-Sulampua. Antara/ HO-BI Sulsel

Metro Merauke – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Se-Sulawesi, Maluku, Papua (sulampua) bersinergi mengendalikan Inflasi melalui penguatan Kerjasama Antar Daerah (KAD).

Hal tersebut dikemukakan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Causa Iman Karana di Makassar, Minggu.

Bacaan Lainnya

Menurut Iman yang juga membawahi wilayah kerja Sulampua, untuk memperkuat koordinasi dengan pengendalian inflasi melalui penguatan KAD di Wilayah Sulampua (Sulawesi, Maluku, Papua), telah digelar Rakorwil yang melibatkan para pihak terkait.

Hal itu mendapat dukungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan selaku penyelenggara Rakorwil TPID Provinsi Se-Sulampua.

Gubernur Provinsi Sulsel menyampaikan kegiatan Rakorwil TPID sangat strategis, karena dihadiri oleh seluruh TPID di tingkat Provinsi di Sulampua dalam upaya menjamin ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga pangan baik di tingkat produsen maupun pada konsumen

Selain itu juga membahas pendistribusian pangan agar inflasi dapat terkendali, termasuk menghadapi bulan suci Ramadhan dan hari raya Idul Fitri. Sedang untuk mengatasi permasalahan yang dihadapi di lapangan, maka penting suatu daerah yang surplus dan yang defisit bersinergi dan melakukan Kerjasama Antar Daerah (KAD) di Sulampua.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulsel memaparkan bahwa di awal tahun 2022, inflasi di wilayah Sulampua relatif terkendali pada level 2,32 persen (yoy) dan berada dalam rentang sasaran target inflasi Nasional (3+-1%, yoy).

Inflasi Sulampua sampai dengan Februari 2022 masih rendah, namun memasuki Maret terdapat indikasi kenaikan inflasi komoditas pangan, dan memasuki April akan ada potensi peningkatan inflasi akibat adanya HBKN dan rencana kenaikan PPN.

Adapun komoditas bahan pangan yang secara persisten menyumbang inflasi Sulampua selama 3 tahun terakhir diantaraya adalah cabai rawit, minyak goreng, ikan, gula pasir dan daging ayam ras. (Antara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *