Metro Merauke – Dua legislator Fraksi NasDem, masing-masing Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaeman L Hamzah dan Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah melakukan aksi sosial 1 Muharram 1444 Hijriah/Sabtu (30/07/2022), dengan memberikan santunan untuk anak yatim-piatu di Distrik Jagebob, Merauke.
Menurut Fauzun Nihayah, menyantuni anak yatim-piatu sebagai bentuk cinta kasih dan saling berbagi, sudah menjadi agenda rutin pihaknya yang dilakukan tepat di bulan Muharram.
“Semoga dapat bermanfaat untuk saudara-saudara kita,” ucapnya.
Diketahui, selain Distrik Jagebob, pemberian santunan juga telah dilakukan di sejumlah distrik di Kabupaten Merauke.
“Disamping itu, kita juga punya tugas untuk serap aspirasi masyarakat lalu kita dorong di parlemen, “katanya.
Fauzun Nihayah juga mengajak masyarakat untuk bersinergi membangun di Provinsi Papua Selatan yang telah resmi terbentuk.
Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaeman L Hamzah mengatakan, pada reses saat ini dijadwalkan lebih lama dan dimanfaatkan untuk keliling ke sejumlah kampung mendengar langsung aspirasi masyarakat.
“Karena pandemi, agenda ke kampung-kampung yang sudah dijadwalkan tertunda. Sehingga reses kali ini lebih lama. Termasuk hari ini (Sabtu), kita berbagi dengan anak yatim-piatu,” tuturnya.
Pada kesempatan itu Legislator H Sulaeman L Hamzah meminta lapisan masyarakat untuk menyambut hadirnya provinsi baru yang diketahui akan memberikan dampak besar dan membawa perubahan kemajuan di daerah.
“Tentu dengan hadirnya PPS membawa dampak besar yang akan dirasakan masyarakat. Merauke sendiri telah ditetapkan sebagai ibu kota provinsi, dampaknya akan ada kemajuan di 20 distrik,”katanya.
Dia juga membeberkan sejumlah progam dari Partai NasDem, salah satunya peningkatan komoditas padi, jagung, dan kedelai di Merauke, dengan harapan produksinya menjawab kebutuhan nasional.
“Alhamdulillah sudah 3 tahun ini untuk padi dan jagung kita sudah tidak lagi impor dari luar Merauke, tapi untuk kedelai memang masih jauh dari harapan. Sehingga program unggulan kami akan lakukan penanaman kedelai di lahan sejuta hektar yang dimulai di Papua,” tandasnya. (Nuryani)
















































