Jayapura, Jubi – Sarjana sosiologi dan ilmu pemerintahan alumni Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Silas Papare Jayapura, mendiskusikan resolusi konflik damai Papua.
Ketua Ikatan Sarjana Sosiologi dan Ilmu Pemerintahan alumni Stisipol Papare, Frits Ramandey mengatakan diskusi yang digelar pada Jumat (20/05/2022) itu, sebagai upaya atau bentuk tanggung jawab keilmuan, merespons dinamika sosial budaya di Papua.
Menurutnya, dalam beberapa waktu terakhir ada berbagai dinamika yang terjadi di Papua, baik dari aspek kekerasan dan pendekatan keamanan, serta munculnya polarisasi pembelahan dua kelompok terhadap rencana pembentukan daerah otonomi baru (DOB).
“Kedua kelompok ini menunjukan ekspresi mendukung proses DOB dan menolak usulan DOB. Semua kepentingan sosial dalam masyarakat modern, haruslah di lihat sebagai perubahan dan proses sosial,” kata Frits Ramandey, Jumat malam (20/05/2022).
Katanya, diskusi itu memberikan gambaran bagaimana para akademisi kembali mengambil peran untuk mendorong kondusifitas di Papua yang lebih baik kedepan.
“Konflik dalam pandangan sosiologi adalah hal yang harus bisa di kelola dengan baik, dalam rangka mendorong partisipasi publik di Papua,” ujarnya.
Menurutnya, diskusi itu dipandu oleh Sekretaris Umum Alumni Stisipol Silas Papare Jayapura, Isak Wondiwoi, MAP dan materi pengantar oleh Ketua Ikatan Sarjana Sosiologi dan Ilmu Pemerintahan Alumni Stisipol Silas Papare Jayapura, Frits Ramandey. (Arjuna)
















































