Bepemperda DPRD DKI Jakarta Studi Banding ke DPR Papua

Suasana Pertemuan Bapemperda DPR Papua dan Bapemperda DKI Jakarta

Metro Merauke – Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) DKI Jakarta melakukan kunjungan kerja dan studi banding ke DPR Papua, Kamis (15/09/2022).

Tim Bapemperda DKI Jakarta yang dipimpin ketuanya, Pantas Nainggolan berdiskusi dengan Bapemperda DPR Papua.

Bacaan Lainnya

Salah satu yang dibahas kedua tim dalam diskusi itu, yakni mengenai mekanisme pengelolaan keuangan daerah sesuai kearifan lokal dan kekhususan Papua.

Pantas Nainggolan mengatakan, hal spesifik yang dibahas pihaknya, adalah DKI Jakarta dan Papua sama-sama daerah khusus atau memiliki kekhususan, meski kekhususan dan latar belangkanya berbeda.

DKI Jakarta memimiliki kekhususan sebagai ibu kota negara, sedangkan Papua memiliki kekhususan yang diatur dalam Undang-Undang Otsus.

“Dalam pelaksanaanya, perlu dievaluasi agar bisa menjangkau semua mengenai Otsus itu, dan pertukaran ini akan makin memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan kebhinekaan,” kata Pantas Nainggolan usai pertemuan.

Selain itu menurutnya, dari ibu kota negara pihaknya ingin melihat Indonesia secara utuh. Bulan lalu Bapemperda DKI Jakarta berada di Sabang. Kini pihaknya di Papua, provinsi di ujung timur Indonesia.

“Dua bulan lalu kami ada di titik 0 IKN [Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur]. Hasil itu, kami ingin Indonesia maju dan sejahtera bersama,” ujarnya.

Katanya, meski ini pertama kalinya ke Papua, namun pihaknya menikmati suasana yang ada. Suasanya bagus, bersih, aman dan nyaman.

“[Ini] sekaligus ini menepis isu-isu yang kurang sesuai denga kenyataan di media massa maupun masyarakat di luar Papua [tentang kondisi Papua]. Salah satu zamrud khatulistiwa itu adalah Papua,” ucapnya.

Dalam pertemuan dengan Bapemperda DKI Jakarta, Bapemperda DPR Papua dipimpin wakil ketuanya, Nioluen Kotokui.

Ia didampingi anggota Bapemperda DPR Papua, yakni John NR Gobai, Fauzun Nihaya, Feryana Wakerkwa, Arnold Walilo, Natan Pahabol, dan Herman Yagobi.

“Kami berterimakasih atas kunjung studi banding DPRD DKI Jakarta. Kami mendapat banyak masukan dan saran, dalam menyusun regulasi terutama mengenai pengolaan keuangan daerah berbasis kerakyatan,” kata Nioluen Kotouki.

Katanya, di Papua ada berbagai program pemprov yang perlu dukungan penganggaran. Mislanya progran seribu doktor, seribu hari kehidupan, kartu Papua sehat dan lainnya.

“Memang ada banyak hal, setelah kami diskusi mengenai situasi di DKI dan ini luar biasa untuk kami padukan pemahaman dalam sebuah negara. Ini akan menjadi referensi kami untuk menambah aspek-aspek yang belum terpenuhi, dan mereka juga sama,” ucapnya. (Arjuna)

Untuk Pembaca Metro Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.