Diduga Ada Oknum Staf DPMK Membantu Kepala Kampung Wambi Cairkan Dana Rp 1,2 Miliar

Ilustrasi-IST

Metro Merauke – Diduga ada oknum staf Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Merauke, membantu Kepala Kampung Wambi, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, Papua berinisial IG mencairkan dana kampung Rp 1,2 miliar, yang tidak sesuai prosedur.

Dikutip dari jubi.id, Kepala Kampung Wambi, Distrik Okaba, Kabupaten Merauke, diduga memalsukan tanda tangan bendahara kampungnya Ignasius Samkakai, untuk mencairkan dana kampung itu pada Agustus 2022 lalu.

Bacaan Lainnya

Dugaan pemalsuan tanda tangan ini telah dilaporkan ke Polres Merauke. Polisi sedang menyelidiki dugaan pemalsuan itu.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Merauke, Daud Holenger mengatakan, pihaknya juga sudah menerima pengaduan dari warga Wambi terkait dugaan pemalsuan tanda tangan bendahara oleh kepala kampung.

“Dana dalam rekening Kampung Wambi sebesar Rp1,4 miliar, tapi Rp1,2 sudah tidak ada, hilang entah ke mana?” kata Daud Holenger kepada Jubi, Rabu (14/09/2022).

Menurutnya, pencairan dana yang dilakukan kepala kampung Wambi tidak sesuai prosedur, dan kemungkinan ada oknum staf DPMK Kabupaten Merauke yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Jika memang terindikasi ada staf kami yang terlibat (kasus ini) silakan ditelusuri. Jika terbukti salah oleh hukum, kami siap memberikan sanksi tegas,” ucapnya.

Katanya, untuk mencairkan dana kampung harus ada rekomendasi dari DPMK setempat. Pencarian dana dapat dilakukan jika pemerintah kampung telah menyerahkan laporan pertanggungjawaban (LPj) kegiatan/program anggaran sebelumnya ke dinas.

Namun Daud mengaku belum menerima LPj Kampung Wambi untuk program/kegiatan anggaran sebelumnya. Ada indikasi pencairan sepihak oleh kepala kampung dan tidak sesuai prosedur.

“Untuk pencairan dana kampung ada syaratnya, seperti sudah menyerahkan LPj program/kegiatan dari anggaran sebelumnya. Kalau sudah benar dan beres, baru kami mengeluarkan rekomendasi untuk pencairan tahap selanjutnya,” ujarnya.

Kepala DPMK Merauke, Daud Holenger mengungkapkan pencairan dana kampung Wambi diduga dilaksanakan di Kantor Cabang Bank Papua Kabupaten Merauke.

Padahal, seharusnya pencairan itu tidak boleh dilakukan di kantor cabang, karena telah disepakati dengan pihak perbankan bahwa pencairan dana kampung dilakukan di kantor unit yang ada di distrik.

“Tidak boleh cair di Merauke, pencairannya di Okaba, karena kegiatan di sana, dan juga sudah ada kesepakatan dengan perbankan untuk pelaksanaan pencairan di distrik,” jelas dia.

Katanya, dana yang dicairkan kepala kampung itu merupakan dana silva Kampung Wambi, Distrik Obaka yang terakumulasi dari sisa anggaran tahun 2019, 2020 dan 2021.

Dana tersebut harusnya dimanfaatkan kembali untuk membiayai program/kegiatan kampung pada tahun anggaran selanjutnya. (jubi.id/Arjuna)

Untuk Pembaca Metro Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.