Metro Merauke – Komite Pemuda Papua Selatan (KPPS) melayangkan pernyataan tegas menjelang pelantikan pejabat eselon II dan III di lingkungan Pemprov Papua Selatan. Organisasi pemuda ini mendesak Gubernur agar momentum tersebut digunakan sebagai ruang afirmasi sejati bagi Orang Asli Papua (OAP) Selatan untuk menduduki posisi strategis di daerahnya sendiri.
Ketua Komite Pemuda Papua Selatan, Fransiskus Ciwe mengungkapkan, pihaknya telah bertemu langsung dengan Gubernur untuk menyampaikan aspirasi kritis dimaksud.
“Kami minta kepada Gubernur agar dalam pelantikan pejabat Eselon II, III, dan IV nanti, memperhatikan secara khusus keterwakilan Orang Asli Papua Selatan,” kata Frans Ciwe kepada wartawan, Selasa (11/11/2025).
Menurut Ciwe, sejak Provinsi Papua Selatan terbentuk, keterlibatan ASN OAP Selatan dalam jabatan struktural belum seutuhnya mencerminkan semangat afirmasi yang diamanatkan dalam Undang-undang. “Tujuan hadirnya DOB provinsi baru adalah untuk memberdayakan anak-anak daerah,” katanya.
“Kita melihat pengisian jabatan dan rekruitmen CPNS belum sesuai harapan. Orang asli Papua Selatan harusnya diberi ruang lebih besar,” imbuh Ciwe.
Hadir dan dibentuknya KPPS, kata Ciwe, bukan hanya untuk mengkritik, tetapi untuk menawarkan gagasan dan solusi agar pembangunan benar-benar berpihak untuk masyarakat Papua Selatan.
Selain fokus pada pelantikan pejabat, KPPS juga merumuskan lima poin sikap resmi yang mencakup tata kelola, keamanan, dan hubungan dengan dunia usaha.
Penguatan SDM OAP Selatan, evaluasi kinerja kepala OPD, peningkatan hukum agar aparat menindak tegas penyakit sosial, termasuk peredaran miras, penguatan kesadaran masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama (kamtibmas) hingga penghormatan adat, seruan kepada seluruh perusahaan agar menghormati hak-hak masyarakat hukum adat, mengingat tanah adalah identitas dan ruang hidup bagi OAP.
Fransiskus Ciwe menyebut, sebagai mitra kritis, KPPS akan terus mengawal kebijakan publik dan memastikan pembangunan Papua Selatan berjalan seimbang dan berkeadilan. (Nuryani)
















































