Lewat Bantuan Lampu dari Yonif 312/KH, Kampung Yakyu Tak Gelap Lagi

Warga mengaku senang, setelah puluhan tahun Kampung Yakyu gelap tanpa listrik

Metro Merauke – Kepedulian TNI terhadap masyarakat di ujung timur Indonesia kembali diwujudkan Satgas Pamtas RI-PNG Statis Yonif 312/Kala Hitam Koops Swasembada.

Kali ini, prajurit dari Pos Kotis menyerahkan 25 unit lampu solarsel untuk membantu penerangan warga Kampung Yakyu, Distrik Sota, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, sebuah kampung yang selama puluhan tahun hidup tanpa akses listrik.

Bacaan Lainnya

Kampung Yakyu merupakan salah satu wilayah perbatasan RI-Papua Nugini yang cukup terisolir, dengan akses utama hanya melalui rawa dan sungai besar menggunakan ketinting (perahu kecil).

Kondisi ini membuat pembangunan infrastruktur dasar, termasuk penerangan, sulit dijangkau. Gelap gulita setiap malam menjadi bagian dari keseharian wara, hingga TNI hadir membawa terang.

Penyerahan lampu solar cell dilakukan secara simbolis oleh Satgas Yonif 312/KH kepada Kepala Suku Taki Maiyua, Kepala Kampung Salomon Maiyua, dan Tokoh Agama Bernard Maiyua, sebagai perwakilan masyarakat adat kampung setempat.

Kepala Kampung Yakyu, Salomon Maiyua, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian TNI.

Pemasangan lampu solar cell di Kampung Yakyu, Sota

“Kami berterima kasih banyak atas bantuan lampu penerangan ini. Selama ini kampung kami selalu gelap karena tidak ada listrik. Sekarang anak-anak kami bisa bermain dan belajar di malam hari tanpa takut gelap,” ujarnya penuh haru, Sabtu (24/05/2025).

Menurutnya, penerangan tenaga surya ini bukan hanya solusi ramah lingkungan, tetapi juga membawa perubahan besar bagi kualitas hidup warga.

Selain membuat aktivitas malam hari menjadi lebih aman dan nyaman, lampu-lampu ini menjadi simbol kehadiran negara di tengah masyarakat yang selama ini terisolasi.

Komitmen Satgas Yonif 312/Kala Hitam untuk mendukung kesejahteraan masyarakat Papua terus diwujudkan dalam berbagai bentuk, mulai dari layanan kesehatan, pengamanan wilayah, hingga pembangunan sosial seperti penerangan kampung.

Dengan semangat “TNI Sahabat yang Baik”, Satgas bertekad untuk terus hadir membawa harapan dan perubahan positif hingga ke pelosok perbatasan negeri. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *