Metro Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan mendukung penuh gerakan ketahanan tangan yang dilaksanakan TNI, khususnya Yonif 757/Gupta Vira tengah fokus mengolah lahan tidur di Kampung Ivimahad, Merauke.
Dukungan tersebut disampaikan Pj Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, saat mengikuti tanam padi perdana bersama di Kampung Ivimahad, Kamis (01/02/2024).
Dikatakan Apolo Safanpo, dalam rangka mendukung ketahanan pangan untuk kesejahteraan masyarakat di Papua Selatan, dibutuhkan sinergitas dan kolaborasi TNI bersama pemerintah serta masyarakat.
“Pemprov siap mendukung dari sektor produksi, distribusi maupun sektor pasar,” ujar Apolo Safanpo.
Mantan Rektor Uncen ini lantas menguraikan tiga sektor penting dalam pertanian, mulai dengan memperhatikan produksi, distribusi dan pasar.
Menurutnya, tiga hal dimaksud menjadi pondasi utama yang perlu diperhatikan, sehingga cita-cita peningkatan ekonomi masyarakat dari sektor pertanian dapat terwujud.
“Kita siap menyediakan lahan hingga penyediaan bibit maupun pupuknya,” kata Safanpo.
Tak hanya itu, sebagai bentuk dukungan program ketahanan pangan yang diinisiasi Yonif 757/Gupta Vira dengan menggandeng masyarakat setempat, Pemprov bahkan siap membantu alsintan, berupa jonder dan mesin combine, termasuk peningkatan infrastruktur jalan agar akses mobilitas masyarakat maupun barang menjadi lancar.
Sementara itu Danrem 174/ATW, Brigjen TNI Agus Widodo menjelaskan, gerakan ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah menjadi bagian penting, sebagai upaya mendukung ketahanan pangan di daerah.
“Di sini TNI merespon usulan masyarakat yang datang ke Yonif 757/GV, warga memiliki lahan yang luas dan sudah bertahun-tahun lamanya tidak digarap,” terang Danrem.
“Kita berusaha lakukan pendampingan sampai tuntas terhadap masyarakat di kampung lokal (Ivimahad) yang sangat memiliki tekat kuat untuk bersama-sama menggarap lahan pertanian,” katanya.

Ditambahkan, dari ratusan hektar lahan yang tersedia, selain ditanami padi, sebagian lahan dimanfaatkan untuk pengembangan sektor peternakan maupun pertanian lainnya atau menjadi sentra food estate di Kampung Ivimahad yang letaknya berada di pusat pemerintahan Provinsi Papua Selatan.
Di tempat yang sama Danyon 757/GV, Letkol Inf Johny Nofriady menjelaskan, total luas lahan ketahanan pangan di Kampung Ivimahad mencapai 102 hektar. Sedangkan yang baru digarap untuk ditanami padi saat ini seluas 34 hektar.
“Lahan ini pernah ditanami, namun, 7 tahun tidak aktif lagi. Sehingga kita dampingi kelompok tani yang merupakan orang asli Papua untuk kembali menanam padi. Semoga hasilnya nanti memuaskan dan bisa meningkatkan kesejahteraan warga,” tandasnya. (Nuryani)
















































