Kapal Perbaikan Fiber Optik Tiba, Perbaikan Segera Dilakukan

GM PT Telkom Indonesia Wilayah Papua, AJ Sritomo (kaos putih) dan General Manager Consumer Business Telkomsel Regional Papua dan Maluku, Fajri Adi Firmansyah

Metro Merauke- Kapal khusus perbaikan kabel optik dipastikan tiba di lokasi kerusakan, Rabu (27/08/2025). Dengan demikian, perbaikan kabel optik bawah laut yang putus antara Merauke-Sorong dapat segera dilakukan.

General Manager PT Telkom Indonesia Wilayah Papua, Antonius Joko Sritomo, menyatakan bahwa pihaknya terus berupaya dan berusaha untuk segera melakukan perbaikan.

Bacaan Lainnya

“Kami berkomitmen untuk memperbaiki kabel optik yang putus sehingga layanan TelkomGroup di Merauke dan sekitarnya dapat segera kembali pulih,” ujarnya.

Dengan kedatangan kapal perbaikan, diharapkan layanan internet di wilayah Papua Selatan dapat segera pulih dan masyarakat dapat kembali menikmati layanan yang stabil dan cepat.

Tim teknis Telkom akan bekerja keras untuk menyelesaikan perbaikan secepat mungkin dan meminimalkan dampak pada pengguna.

“Kami targetkan awal September jaringan internet di Papua Selatan bisa normal kembali,” kata AJ Sritomo.

Sementara itu Telkomsel Regional Papua dan Maluku memastikan akan memberikan kompensasi kepada pelanggan yang terdampak gangguan jaringan akibat putusnya kabel laut sejak 16 Agustus 2025 lalu.

General Manager Consumer Business Telkomsel Regional Papua dan Maluku, Fajri Adi Firmansyah, menegaskan, kompensasi yang diberikan Telkomsel kepada pelanggan yang terdampak gangguan jaringan, masing-masing 1.000 SMS gratis per hari sejak awal gangguan, 60 menit telepon gratis per hari, yang dapat diakses pelanggan melalui kode 88820#.

Tak hanya itu, lebih dari 5 titik posko internet dengan akses WiFi gratis, yang akan terus ditambah untuk menjaga konektivitas masyarakat selama pemulihan jaringan berlangsung.

Fajri mengakui gangguan kabel laut tersebut berdampak luas terhadap layanan komunikasi masyarakat di Papua dan Maluku.

“Gangguan tersebut bukan akibat sabotase, melainkan faktor alam yang menyebabkan putusnya kabel laut,” pungkasnya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *