MUI Mitra Strategis Pemerintah Bangun Kemaslahatan Umat

Plh MUI Papua Selatan, H. Muhammad Jufri Tamrin bersama tamu undangan membuka workshop ditandai pemukulan tifa

Metro Merauke – Majelis Ulama Indonesia (MUI) merupakan mitra strategis pemerintah dalam membangun kemaslahatan umat. Karena ulama merupakan perekat dan penguat dalam menyatukan agama.

Penegasan itu dikatakan Pelaksana harian (Plh) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Papua Selatan, H. Muhammad Jufri Tamrin saat membuka Workshop Kerukunan dan Moderasi Beragama yang berlangsung di Merauke, Selasa (19//12/2023).

Bacaan Lainnya

“MUI menjadi patner pemerintah, ulama sekaligus sebagai penterjemah untuk mengkonsolidasikan pembangunan di daerah,” ujar H. Jufri Tamrin.

Dikatakannya, Workshop Kerukunan dan Moderasi Beragama yang digelar MUI Papua Selatan Komisi Kerukunan umat beragama, pengkajian, dan penelitian dinilai menjadi pemula kebersamaan dengan lintas agama untuk selanjutnya bersama-sama dan bahu membahu dalam mendukung pembangunan di bumi Animha.

MUI Papua Selatan mengapresiasi terselenggaranya workshop di Merauke yang juga melibatkan lintas agama.

“Tentunya hal ini bisa menjadi landasan utama dalam menjalin kebersamaan,” tuturnya.

“Kita berikan apresiasi sehingga workshop dengan mengundang lintas agama. Ini bisa menjadi landasan utama dalam menjalin kebersamaan. Sehingga pembangunan di daerah sampai di taraf yang kita harapkan bersama,” katanya.

Workshop yang berlangsung di Merauke selama sehari itu diikuti perwakilan organisasi lintas agama dan majelis taklim di Provinsi Papua Selatan.

Ketua Panitia H. Syamsul Qomar mengatakan, digelarnya workshop dalam rangka melaksanakan program kerja Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Papua Selatan bidang kerukunan umat beragama, pengkajian dan penelitian sehingga output yang diperoleh dapat mengimplementasikan sinergitas antar umat beragama.

“Kolaborasi dan saling menguatkan antar lintas sektor sangat penting dalam menjalin kerukunan dan moderasi beragama di Papua Selatan,” tutur Syamsul Qomar.

Pihaknya berharap, melalui kegiatan ini, peserta dapat memahami indahnya keberagamaan di Indonesia yang terdiri dari suku, budaya, dan agama sehingga dapat beradaptasi dari tujuan moderasi beragama. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *