Natal dan Peresmian Gereja GIDI Jemaat Yerusalem Danggena Dihadiri Ribuan Orang

Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikbo (Jas Merah) saat meresmikan Gereja GIDI Jemaat Yerusalem Danggena

Metro Merauke – Ibadah perayaan Natal dan peresmian Gereja Injili di Indonesia (GIDI) Jemaat Yerusalem Danggena, Distrik Wollo, Kabupaten Jayawijaya yang berada dalam Wilayah Bogo, Klasis Iwo pada Selasa (21/12/2021), dihadiri ribuan orang.

Gereja GIDI Jemaat Yerusalem Danggena diresmikan oleh Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikbo, dihadiri ketua dan pengurus Gereja GIDI Wilayah Bogo juga Klasis Iwo, serta perwakilan umat GIDI dari berbagai wilayah di Klasis Iwo.

Bacaan Lainnya

Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikbo mengatakan Jemaat Yerusalem Danggena merupakan salah satu yang tertua di Wilayah Bogo. 

Jemaat ini berdiri sejak 1956, dan merupakan jemaat induk yang didirikan Suku Welak. 

“Lapangan terbang di sini juga dibuat misionaris pertama bersamaan dengan di Kelila, Mamberamo Tengah dan Bokondini, Kabupaten Tolikara,” kata Pdt Dorman Wandikbo.

Presiden GIDI, Pdt Dorman Wandikbo (jas merah) bersama Anggota DPR Papua, Emus Gwijangge (mengenakan mahkota adat) dan panitia pembangunan Gereja GIDI Jemaat Yerusalem Danggena – Arjuna

Pdt Dorman Wandikbo berterimakasih kepada semua kader kader Gereja GIDI, yang berkontribusi merampungkan pembangunan gereja yang dicanangkan sejak 2008 silam itu. 

Katanya, sejak 2008 panitia pembangunan gereja sudah terbentuk. Namun dalam tahap pembangunan, ketua panitia meninggal dunia. 

Meski begitu, kader kader gereja berupaya merampungkan pembangunan gereja yang telah dirintis pendahulu mereka.

“Kami berterimakasih karena kader kader bisa terlibat bersama jemaat menyelesaikan pembangunan gereja,” ucapnya.

Ribuan orang yang menghadiri peresmian Gereja GIDI Jemaat Yerusalem Danggena Wilayah Bogo, Klasis Iwo di Distriok Wollo, Kabupaten Jayawijaya – Arjuna

Pdt Dorman Wandikbo mengakui, kader kader GIDI yang ada di pemerintahanpun, tahu mereka datang dari mana sehingga membantu pembangunan gereja hingga rampung.

Ia menambahkan, kehadiran gereja mengajarkan jemaat bagaimana mempertahankan iman dan integritas.

Namun gereja bukan hanya sekadar gedung. Gedung gereja hanya sebagai sarana untuk beribadah. Gereja sesungguhnya ada dalam diri setiap umat

“Tetapi, gereja sesungguhnya adalah diri kita sendiri. Kita mesti persiapkan generasi masa depan melanjutkan keberadaan gereja ini,” ujarnya.

Suasana ibadah perayaan Natal dan peresmian Gereja GIDI Jemaat Yerusalem Danggena – Arjuna

Dinus Kenelak mewakili panitia pembangunan, berterimakasih kepada para donatur, kader GIDI dan jemaat yang telah mendukung pembangunan gereja.

“Ketika bapak saya meninggal (ketua panitia pembangunan), saya menggantikan beliau. Kami berterimakasih kepada donatur sehingga kami bisa selesaikan gereja ini, dan kini sudah diresmikan,” kata Dinus Kenelak. 

Katanya, pembangunan Gereja GIDI Jemaat Yerusalem Danggena menelan biaya sekitar Rp 3 miliar 400 juta lebih. Luasa bangunan berlantai dua itu, 12 meter x 22 meter. (Arjuna)

Untuk Pembaca Metro

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *