Pancasila Ada Dalam Kehidupan Orang Papua Sejak Dulu

Ketua Umum Garuda Merah Putih Repulik Indonesia, Yonas Alfon Nusi

Metro Merauke – Ketua Umum Garuda Merah Putih Repulik Indonesia, Yonas Alfon Nusi menyatakan sejak dulu Pancasila telah ada dalam kehidupan orang Papua.

Katanya, Pancasila ini bukan hal baru bagi orang Papua karena selama ini telah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sejak zaman nenek moyang.

Bacaan Lainnya

“Contoh kecil, ketika kita makan bersama, saling membantu atau gotong royong apabila ada pekerjaan dan lain sebagainya. Untuk itu, generasi sekarang mesti diberi penjelasan bahwa Pancasila ini sudah dilakukan dalam kehidupan sehari-hari sejak zaman nenek moyang kita,” kata Yonas Nusi, Selasa (30/05/2023).

Menurutnya, Bung Karno kemudian merumuskan itu dalam beberapa item dan menjadi Dasar Negara. Menjadikan Pancasila landasan kehidupan Bangsa Indonesia.

“Di seluruh dunia tidak ada yang punya landasan atau dasar negara seperti Indonesia. Inilah yang perlu kita syukuri karena Pancasila dirumuskan oleh proklamator Bung Karno dan Bung Hatta untuk menjadi sebuah landasan, falsafah hidup Bangsa Indonesia,” ucapnya.

Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum, HAM dan keamanan DPR Papua itu, rakyat Indonesia patut bersyukur karena adanya Pancasila dalam kehidupan Bangsa Indonesia, sehingga keberagaman suku di negeri ini bisa hidup berdampingan dengan damai dan saling mengakui.

“Hari ini pun, ada berbagai suku di Papua yang hidup berdampingan dengan damai. Dalam perayaan lahirnya Pancasila, 01 Juni tahun ini, kami melakukan berbagai kegiatan di beberapa daerah dengan melibatkan generasi muda dan anak-anak usia dini,” ujarnya.

Misalnya di Waropen pemuda kreatif Keramba Comunnity Aefa di Distrik Demba, Waropen Tengah merayakan lahirnya Pancasila lewat karya mereka, sebagai bentuk pengakuan lahirnya Pancasila.

Di Kabupaten Jayapura perayaan lahirnya Pancasila juga akan digelar di beberapa titik. Salah satunya di Distrik Nimborang. Di sana ada komunitas sepeda anak usia dini yang akan melakukan perayaan pada 01 Juni 2023.

“Kalau Komunitas Aefa di Waropen Tengah ini sejak awal kami kawal untuk usaha keramba kepiting dan sudah dipasarkan bahkan hingga ke beberapa restoran di Jayapura, dan ternyata kepiting Waropen sangat baik dan diterima di restoran.”

Legislator Papua melalui mekanisme pengangkatan dari wilayah adat Saireri itu menjeleskan, Garuda Merah Putih Republik Indonesia juga sedang berupaya memperjuangkan program bagaimana menyelamatkan generasi Indonesia, mulai dari Papua, lewat workshop nasional “Kader Pancasila Hitung Cepat Matematikan Super”.

” Ini untuk guru-guru dan anak didik. Sekali gelar akan diikuti 1.500 orang dalam satu ruangan. Ini kami akan kerjasama dengan Universitas Indonesia, dekan Matematika dan juga master matematikan Indonesia,” katanya.

Menururnya, Ketua MPR RI sudah menandatangani sertifikatnya, tinggal Menteri Pendidikan yang diharapkan dapat ikut menandatangani sertifikat itu.

Kegiatan ini akan dimulai dari Papua untuk Indonesia. Targetanya tahun ini dapat diselenggarakan dalam rangka peringatan 17 Agustus 2023.

“Akan dimulai dari Papua, Papua Barat hingga ke Indonesia bagian lainnya. Generasi usia dini ini harus kita tanamkan ideologi Pancasila lewat workshop nasional Kader Pancasila Hitung Cepat Matematikan Super,” ucap Yonas Nusi. (Redaksi/Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *