Metro Merauke – Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Teguh Muji Angkasa mengingatkan semua komandan satuan institusi TNI di Papua, tidak membuat laporan bohong kepada atasan.
Pernyataan itu disampaikan Pangdam Cenderawasih, berkaitan dengan penyerangan kelompok bersenjata terhadap prajurit TNI di Distrik Gome, Kabupaten Puncak pada 27 Januari 2022.
Dalam insiden yang menyebabkan gugurnya tiga prajurit TNI tersebut, komandan kompi (danki), melaporkan penyerangan terjadi saat para prajurit berpatroli.
Akan tetapi belakangan diketahui, danki Pos Gome membuat laporan bohong. Saat itu prajurit TNI diserang ketika sedang mengamankan penambangan galian pasir.
Pangdam XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal Teguh Muji Angkasa mengatakan, ia telah menginstruksikan seluruh komandan satuan tidak memberikan laporan palsu.
“Semua kejadian, semua fakta di lapangan harus dilaporkan secara jujur dan benar. Tidak boleh ada yang bohong,” kata Mayor Jenderal Teguh Muji Angkasa, Selasa (22/03/2022).
Pangdam Cenderawasih mengatakan, apabila komandan kompi mengambil keputusan yang salah, dapat berdampak kepada timbulnya korban dari prajuritnya sendiri.
“Itu yang dikatakan oleh Panglima TNI, seorang komandan kompi yang tidak jujur dalam melaporkan fakta kejadian sebenarnya,” ucapnya.
Menurutnya, bagi yang melanggar pasti akan disanksi. Sebab, di dalam TNI atau militer, ada hukuman bagi siapapun prajurit yang melanggar.
Pangdam menambahkan, pihaknya juga akan mengevaluasi semua satuan TNI yang bertugas di Papua. Evaluasi penting, sebagai instropeksi dalam kesatuan.
“Kalau kita lakukan evaluasi dan kita tidak menginstropeksi diri, niscaya kedepan kita tidak bisa berbuat lebih baik. Tapi kalau kita lakukan evaluasi, kita instropeksi diri, kedepan kita akan lebih baik,” ujarnya. (Redaksi/Arjuna)
















































