Pemda dan Aparat Keamanan Diminta Seriusi Situasi Kamtibmas di Merauke

RDP membahas penanganan kamtibmas berlangsung di gedung DPRD Merauke

Metro Merauke – Kalangan mahasiswa maupun organisasi pemuda di Kabupaten Merauke, Papua meminta pemerintah daerah dan aparat keamanan serius menyikapi situasi kamtibmas di wilayah itu.

Berbagai kalangan berpendapat, situasi kamtibmas di Kabupaten Merauke belakang ini tidak terlalu kondusif. 

Bacaan Lainnya

Ini terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kantor DPRD Merauke, Selasa (22/03/2022).

Rapat itu diikuti organisasi pemuda maupun perwakilan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Merauke. 

Rapat dipimpin Ketua DPRD Merauke, Benjamin Latumahina didampingi Wakil Ketua I, Hj Almarotus Solikah, dan Wakil Ketua II, Dominikus Ulukyanan.

Mahasiswa Universitas Misamus, R. Patiasina mengatakan masyarakat butuh keamanan dan kenyaman, dalam aktivitas setiap hari. 

Namun, belakangan ini warga merasa keamanan di daerah itu menurun seiring terjadinya berbagai kasus kriminal. Misalnya, penganiayaan, begal, pencurian dan pengeroyokan. 

“Kita berharap pos-pos keamanan di titik-titik rawan untuk dihidupkan kembali,” kata R. Patiasina.

Selain penempatan pos penjagaan aparat keamanan, ia juga berharap dinas terkait dapat memperhatikan lampu penerang jalan. 

“Lampu jalan di sejumlah titik sudah padam, dan ini rawan tindak kejahatan,” ucapnya.

Sementara itu, Ketua DPC Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Merauke, Pdt. Regina Swabra berpendapat, situasi kamtibmas di Merauke kini diakibatkan dampak minuman beralkohol (minol), serta penyalahgunaan lem aibon di kalangan anak dan remaja. 

Iapun meminta aparat dapat memberantas minol hingga tuntas. Terutama minol yanh diproduksi secara lokal. Sebab, peredarannya tidak terkontrol, apalagi dijual dengan harga relatif murah. 

“Mohon perhatian legislatif, eksekutif, dan aparat keamanan. Baiknya bijak menyikapinya. Miras (minol) ini bukan hanya membunuh tapi sudah terjadi pembunuhan. Pemberantasannya harus tuntas, termasuk masalah anak aibon (pecandu lem) perlu ditangani dengan baik,” ucap Pdt. Regina.

Ia mengatakan, sinergitas lintas sektor di daerah perlu dibangun dan ditingkatkan. Ini penting, agar para pihak bersama memecahkan masalah gangguan kamtibmas, supaya Merauke kembali aman. (Nuryani/Arjuna

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *