Penjelasan BMKG Soal Merauke Panas Terik

ilustrasi

Metro Merauke – Wilayah Merauke dan sekitarnya di Papua Selatan beberapa hari terakhir dilanda cuaca panas, terutama di siang hari.

Bagian Prakirawan Stasiun BMKG Merauke, Yunita menjelaskan, kondisi cuaca di Merauke beberapa hari terakhir disebabkan beberapa faktor.

Bacaan Lainnya

Yunita menguraikan, kondisi yang ada lebih disebabkan atmosfer lokal disekitar Papua Selatan dalam kondisi stabil, sehingga kurang mendukung adanya pertumbuhan awan hujan.

Dimana suhu malam hari paling rendah 25°C, sedangkan pada siang hari suhu mencapai 32-33°C.

“Dari gerak semu matahari menunjukkan posisi matahari yang bergerak menuju belahan bumi selatan, menyebabkan radiasi matahari cukup kuat di sekitar Indonesia bagian selatan,” katanya kepada wartawan, Senin (31/10/2022).

Selain itu, lanjut Yunita, analisis kondisi regional menunjukkan adanya wilayah divergensi di selatan Papua, yaitu wilayah dengan massa udara yang terurai.

“Sehingga mengurangi potensi pertumbuhan awan hujan di selatan Papua. “

Yunita menyebut, untuk kelembaban udara di wilayah Papua Selatan terpantau cukup kering. Kombinasi fenomena ini menyebabkan cuaca terasa cukup panas dan kering untuk wilayah tersebut.

Dikatakan, saat ini sebagian besar wilayah Merauke masih mengalami pancaroba. Dan awal musim kemarau di Merauke diperkirakan terjadi pada akhir November 2022.

Yunita menambahkan, prospek cuaca 7 hari kedepan untuk wilayah Merauke dan sekitarnya diperkirakan pada awal November terdapat potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

“Dengan kondisi cuaca yang dinamis dan sering berubah-ubah pada masa pancaroba, kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada adanya perubahan cuaca yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Tetap jaga kesehatan dan jaga lingkungan untuk bersiap memasuki musim hujan,”terangnya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *