Kuliah Keperawatan di Unpad Pakai Simulator 3D dan Virtual Reality

Simulator VNursLab berbasis teknologi virtual reality di Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran Bandung, Jawa Barat. (Dok.Unpad)

TEMPO.CO, Jakarta – Fakultas Keperawatan Universitas Padjadjaran (Unpad) menggunakan VNursLab, simulator tindakan keperawatan berbasis teknologi 3D interaktif dan virtual reality. Penggunaan alat itu dibantu pendanaan senilai Rp 1,7 miliar.

VNursLab merupakan singkatan dari Virtual Nursing Skill Simulation Laboratory. Menurut ketua tim penelitinya, Restuning Widiasih, pembuatan simulator ini berlatar belakang pandemi covid-19 yang ikut mengubah metode kuliah menjadi daring. Perubahan itu diakui menimbulkan beberapa permasalahan bagi mahasiswa maupun institusi keperawatan.

Bacaan Lainnya

“Permasalahan yang paling banyak muncul meliputi keterbatasan media pembelajaran online yang representatif yang mampu meningkatkan critical thinking mahasiswa dan mampu memfasilitasi keterampilan tindakan keperawatan,” katanya kepada Tempo, Rabu, 5 Januari 2022.

Restuning dan timnya di Fakultas Keperawatan Unpad bekerja sama dengan BINUS International dan PT. Kreasi Kode Biner sebagai mitra industri dalam pengembangan VNursLab. Butuh enam bulan, sejak 15 Juni hingga 15 Desember 2021, sebelum akhirnya Laboratorium Tindakan Keperawatan Virtual itu kini menjadi alternatif media pembelajaran yang mengatasi kesenjangan antara pembelajaran daring dan keterampilan tindakan keperawatan.

Menurut Restuning, susunan muatan materi dalam VNursLab difokuskan pada tindakan keperawatan yang terintegrasi dengan teori dan kasus suatu penyakit. Materinya secara umum dapat digunakan oleh mahasiswa pada semua tingkatan sarjana maupun diploma.

Saat ini VNursLab baru menyajikan 15 konten simulator tindakan keperawatan. Secara bertahap, muatan materi pada alatnya akan dikembangkan hingga bisa mencakup keseluruhan penyakit atau tindakan keperawatan.

“Jumlah yang wajib dikuasai oleh mahasiswa sekitar 70 tindakan keperawatan,” ujarnya sambil menambahkan, pengguna dapat memaka simulator 3D itu di komputer pribadi, laptop, atau smartphone.

Selain itu pengguna bisa menjajal versi virtual reality (VR) di Laboratorium Fakultas Keperawatan Unpad atau komputer pribadi dengan spesifikasi khusus. Tindakan keperawatannya antara lain untuk menangani pasien dengan luka kronis, pemasangan kateter urin, dan penanganan masalah pernafasan.

Laboratorium virtual itu menurut Restuning, mendapat pendanaan dari Matching Fund Kedaireka sebesar Rp 1,7 miliar dan kontribusi dari mitra industri dalam bentuk barang senilai Rp 1,7 miliar. Rencananya alat simulator keperawatan itu akan dipakai untuk jangka panjang sebagai penunjang praktik langsung. (Reporter: Anwar Siswadi (Kontributor) – Editor: Zacharias Wuragil)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *