Masyarakat Merauke Antusias Mengikuti Bakti Kesehatan TNI

Donor darah menjadi salah satu kegiatan dalam Bakti Kesehatan TNI, bertujuan memperkuat stok darah di PMI

Metro Merauke – Komandan Lanud J. A Dimara, Kolonel Pnb Onesmus Gede Rai Aryadi membuka kegiatan Bakti Kesehatan TNI, dalam rangka HUT ke-78 TNI, Minggu (24/09/2023).

Sederet kegiatan digelar untuk mengisi Bakti Kesehatan TNI dengan melibatkan masyarakat Merauke.

Bacaan Lainnya

Mulai dari pembagian bahan pokok (bapok), donor darah, pengobatan, kitanan massal, dan bazar. Kegiatan tersebut berlangsung sehari di GOR Hiad Sai Merauke.

Dikatakan Danlanud Kolonel Pnb Onesmus Gede Rai Aryadi, kegiatan Bakti Kesehatan TNI yang berlangsung serentak se Indonesia, bertujuan dapat membantu masyarakat.

“Berbagai kegiatan di dalam Bakti Kesehatan TNI sebagai upaya membantu pemerintah dalam mempercepat akselerasi pembangunan di daerah guna mewujudkan ketahanan wilayah yang tangguh, sekaligus meningkatkan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Danlanud Onesmus.

Dikatakan, warga Merauke, Papua Selatan, sangat antusias datang mengikuti Bakti Kesehatan TNI tahun 2023.

Diuraikan, untuk donor darah, pihaknya menargetkan mengumpulkan 400 kantong darah yang akan disumbangkan ke PMI Merauke. “Sedangkan untuk kitanan massal, diikuti 50 anak,” imbuhnya.

Ketua panitia yang juga Wadan Lantamal XI Merauke, Kolonel Laut Dewa Oka mengakui, kegiatan tersebut belum sepenuhnya menjangkau masyarakat di seluruh pelosok, mengingat keterbatasan sarana prasana.

“Masih ada kegiatan lainnya, hingga puncak Hari TNI ke-78 akan dilangsungkan upacara dan syukuran,” kata Dewa Oka.

Warga Merauke mengaku senang dan merasa terbantu dengan adanya kegiatan Bakti Kesehatan TNI.

Maria Magdalena, warga Jalan Noari, Kelurahan Karang Indah menuturkan, lewat kegiatan kitanan massal, ia akhirnya bisa mengkitan anaknya yang duduk di kelas III SD.

“Terimakasih TNI, lewat kegiatan kitanan massal, donor darah, pengobatan gratis, dan pembagian bahan pokok sangat membantu dan meringankan beban masyarakat,” tutur Maria Magdalena. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *