Perwakilan Adat di DPR Papua Ingin Anak Asli Papua Pimpin INKINDO

Legislator Papua melalui mekanisme pengangkatan di DPR Papua, Yonas Alfon Nusi

Metro Merauke – Legislator Papua melalui mekanisme pengangkatan di DPR Papua, Yonas Alfon Nusi ingin anak asli Papua diberi kesempatan memimpin Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Papua.

Yonas Nusi yang merupakan perwakilan dari wilayah adat Saireri itu mengatakan, INKINDO Papua akan melaksanakan musyawarah provinsi (musprov) ke-10 pada 5 Maret 2022.

Bacaan Lainnya

Ia pun berharap, anak anak asli Papua yang memang punya kemampuan dan telah membuktikan kapasitasnya, diberi peluang memimpin INKINDO Papua.

“Saya pikir selama 10 tahun INKINDO di Papua, sudah cukup mempersiapkan anak anak Papua untuk memimpin organisasi ini di tanahnya sendiri. Kita mesti membangun rasa percaya mereka terhadap bangsa dan negara. Beri mereka kepercayaan,” kata Yonas Nusi, Kamis (03/03/2022).

Ketua Barisan Garuda Merah Putih Republik Indonesia (BGMP RI) menjelaskan, selama ini konsultan anak anak asli Papua sudah banyak berperan dalam mengawal pembangunan di Papua. 

Banyak anak Papua yang menjadi konsultan dan terlibat dalam berbagai pembangunan bersama pemerintah. 

Yonas Nusi meminta kinerja yang telah ditunjukkan anak Papua selama ini dapat dihargai.

“Saya beberapa kali berdikusi dengan mereka, mereka menyampaikan berbagai gagasan dan idenya, dan menyatakan komitmennya bersama pemerintah membangun negeri ini,” ucapnya.

Nusi tidak ingin anggaran dasar, anggaran rumah tangga (AD/ART) organisasi dijadikan alasan menjegal upaya anak anak Papua, untuk memimpin INKINDO Papua.

Anggota Komisi bidang pemerintahan, politik, hukum dan HAM DPR Papua ini mendapat informasi, AD/ART INKINDO mengatur salah satu syarat calon ketua, harus merupakan pengurus harian. 

Namun syarat itu dinilai tidak adil, sebab terkesan hanya akan mengakomodir calon calon tertentu.

Padahal mestinya lanjut Yonas Nusi, setiap anggota organisasi diberi peluang mencalonkan diri, meski dia bukan pengurus harian dan lainnya.

“Mesti dilihat di tanah ini anak Papua juga punya hak. Beri dia kebebesan memilih dan dipilih memimpin INKINDO Papua. Saya harap pimpinan di pusat dan daerah, memberi peluang anak daerah dalam musyawarah ini,” ujarnya.

Katanya, informasi yang ia peroleh kini ada dua calon ketua INKINDO Papua. Namun tidak seorangpun di antaranya merupakan anak asli Papua.

Padahal awal seleksi ada 16 bakal calon ketua. Mereka terdiri dari pengurus harian dan pengurus lengkap. Di antara pengurus lengkap itu ada non-Papua dan anak Papua. Namun calon anak Papua itu gugur.

“Ini ada apa? Semoga saat musyawarah nanti, muncul anak Papua menjadi pemimpin. Jangan gunakan cara cara tidak elegan menghambat anak Papua. Termasuk dangan alasan aturan AD/ART. Sebab yang tidak bisa diubah hanya kita suci. Ini saya suarakan sebagai utusan adat,” kata Yonas Nusi. (Redaksi/Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *