Metro Merauke – Sebanyak 71 warga binaan muslim yang berada Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Merauke, Papua, menjalani Ramadan 1443 Hijriah dengan mengikuti berbagai kegiatan.
Salah satunya, aktif mengikuti pesantren kilat Ramadan yang berlangsung di dalam Lapas setempat.
Koordinator kegiatan Ramadan Lapas Kelas II B Merauke, Bekti Utomo, sekaligus sebagai Ketua PKM Masjid At-Taubah Lapas menjelaskan, pelaksanaan kegiatan Ramadan di dalam Lapas Merauke tahun ini sedikit berbeda dari tahun sebelumnya.
“Ramadan di Lapas Merauke pada tahun ini diwarnai dengan sederet kegiatan, salah satunya diadakan pesantren kilat untuk warga binaan muslim, “ujarnya kepada Metro Merauke, Minggu (17/04/2022).
Tak hanya itu, Bekti Utomo merinci, selama bulan puasa, warga binaan juga disibukan lewat kegiatan peningkatan iman dan taqwa, tadarus Al-Qur’an one day one juz, buka puasa bersama hingga melaksanakan salat lima waktu dan salat tarawih berjamaah.
Untuk kelancaran jalannya kegiatan, sejumlah ustad di Merauke dihadirkan untuk mengisi kegiatan dari pesantren kilat, imam maupun penyampaian kultum dalam salat Tarawih.
Pihaknya juga menggandeng Ormas GP Ansor dan Lembaga Dakwah Islam Kabupaten Merauke.
Bekti Utomo menyebut, serangkaian program Ramadan yang dihadirkan di Lapas Kelas II Merauke, bertujuan untuk mendorong seluruh warga binaan maupun petugas Lapas beragama Islam, dapat meningkatkan keimanan lewat kegiatan positif bernilai ibadah.
“Sekaligus sebagai bagian dari rangkaian Hari Bakti Pemasyarakatan pada 27 April, salah satunya diisi pesantren kilat Ramadan,”pungkasnya.
Bekti Utomo menyebut, Lapas Merauke melaksanakan fungsi pemasyarakatan dengan pembinaan rohani sebagai bekal saat mereka bebas nanti. (Nuryani)
















































