Datangi Kantor BWS Papua, KAPP Tolak Yulius Mambrasar Dipindahkan

Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Merauke saat melakukan orasi di Kantor BWS Papua Merauke

Metro Merauke – Kamar Adat Pengusaha Papua (KAPP) Merauke, Papua Selatan melakukan aksi penolakan pergantian pemimpin Kantor Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua-Merauke.

Massa menghendaki Kepala Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Merauke tetap dijabat Yulianus M Mambrasar.

Bacaan Lainnya

Aksi penolakan dengan berorasi di depan kantor BWS Papua Merauke, 09.30 WIT, Senin (16/01/2023).

Ketua Kamar Adat Pengusaha Papua sekaligus Koordinator, Saverius Samkakai menegaskan, massa menolak adanya pengganti Kepala BWS Papua yang sebelumnya dijabat Yulianus Mambrasar.

Pasalnya, kata Saverius, mantan Kepala BWS Papua selama ini telah memperhatikan kemajuan pengusaha Papua yang ada di Merauke.

“Kami butuh orang asli Papua yang duduki jabatan Kepala BWS Papua sehingga bisa memperhatikan kemajuan orang Papua. Cari orang asli Papua yang gantikan, kalau tidak ada jangan geser Yulianus Mambrasar,”ucapnya dalam orasi di depan Kantor BWS Papua.

Sementara itu, Paskalis Imadawa dalam orasinya mengatakan, untuk memberikan kesempatan OAP yang duduki jabatan dimaksud.

Puluhan massa yang datang menyampaikan aspirasi di Kantor BWS Papua diterima Kepala Seksi OP, Nataniel Howay dan Kepala Seksi Pelaksana Paulus Thoban.

Menurut Nataniel Howay, pihaknya tidak dapat memberikan keputusan maupun solusi, melainkan seluruh aspirasi yang disampaikan Kamar Adat Pengusaha Papua akan diteruskan ke Kepala Balai maupun ke Kementerian.

Senada dengan Kepala Seksi OP, Kasi Pelaksana, Paulus Thoban, Yulianus Mambrasar sudah menjabat Kepala BWS Papua Merauke selama 2 tahun 7 bulan. Selanjutnya dipromosikan menduduki jabatan baru di Sidoarjo, Jawa Timur.

“Bapak Yulianus Mambrasar pindah tugas dalam rangka pembinaan karir yang lebih meningkat dan sudah waktunya harus naik,”terangnya.

Ditambahkan, Magdalena Tangga sebagai pengganti yang baru, diketahui sempat bertugas di Merauke maupun di Provinsi Papua.

“Aspirasi yang disampaikan ini akan diteruskan ke Kepala Balai. Untuk duduki jabatan yang lebih tinggi harus melewati penjenjangan,” tandas Paulus. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *