Gubernur Apolo Safanpo Siapkan Beasiswa, Ini Kriteria dan Proses Pemberiannya

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, menerima aspirasi mahasiswa di Gedung Negara

Metro Merauke – Pemerintah Provinsi Papua Selatan, Apolo Safanpo memberikan beasiswa bagi para mahasiswa yang tengah mengikuti proses pendidikan di sejumlah perguruan tinggi di daerah maupun di luar daerah.

Pemberian beasiswa itu bertujuan untuk mendukung semangat dan kelancaran para mahasiswa dalam masa pendidikan.

Bacaan Lainnya

Gubernur Apolo Safanpo mengungkapkan, saat ini anggaran yang disiapkan untuk beasiswa maupun bantuan studi jumlahnya tidak banyak.

Dengan jumlah beasiswa dan biaya studi yang terbatas, kata Apolo, pemerintah perlu membuat kriteria atau persyaratan bagi penerimanya.

“Karena jumlah mahasiswanya ribuan, maka dibuat skala prioritas,” ujar Apolo Safanpo saat menerima aspirasi mahasiswa terkait bantuan studi, Rabu (16/04/2025).

Semisal prioritas utama bagi anak-anak yatim piatu, yang dikawatirkan jika tidak dibantu maka tidak mengeyam pendidikan baik pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi.

“Untuk itu kita memberikan apresiasi dan prioritas kepada adik-adik kita dan anak-anak kita yang tidak punya orangtua,” ucapnya.

Kemudian, memprioritaskan bagi anak-anak yang hanya mempunyai satu orang tua. Selanjutnya, anak-anak yang kedua orangtuanya ada tetapi tidak mempunyai penghasilan tetap.

Apolo Safanpo meminta mahasiswa yang sudah mendapat beasiswa dari kabupaten maupun lembaga lainnya untuk tidak lagi mengambil beasiswa dari provinsi. Sehingga bantuan ini benar-benar tepat sasaran juga ada asas keadilan,” jelasnya.

Apolo menyebut, ada beasiswa dari pemerintah pusat yang disebut Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIPK) pun ada beasiswa yang dibantu dari pemerintah kabupaten dari gereja, yayasan dan lembaga-lembaga donor lain. Bahkan, ada beberapa bantuan luar negeri yang tersedia seperti Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) dalam negeri dan luar negeri.

“Penyaluran bantuan studi ini akan dievaluasi, apakah ada mahasiswa yang tiap bulannya menerima beasiswa tetapi tidak kuliah, maka diperingatkan untuk belajar, namun jika tak menghiraukan, maka beasiswanya terpaksa dicabut karena banyak anak-anak yang membutuhkan bantuan,” tegasnya. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *