Metro Merauke – SMA Negeri 2 Merauke (Smanda) kembali meneguhkan komitmennya sebagai sekolah pelopor literasi melalui penyelenggaraan kegiatan rutin tahunan Bulan Bahasa dan Sastra 2026. Perhelatan yang menjadi branding dan ciri khas sekolah ini telah konsisten dilaksanakan tanpa putus sejak tahun 2010.
Kepala SMA Negeri 2 Merauke, Eko Ari Prabowo, menjelaskan bahwa kegiatan yang puncaknya diperingati 23 Oktober 2026 ini tidak hanya sekadar merayakan Bulan Bahasa dan Sumpah Pemuda.
Menurutnya, ajang ini dirancang khusus untuk menumbuhkan karakter serta kepribadian peserta didik melalui penguasaan bahasa, mengingat bahasa adalah cerminan kepribadian seseorang. Selain itu, kegiatan ini berfungsi sebagai wadah penjaringan talenta berbakat untuk mewakili sekolah dalam berbagai ajang kompetisi di tingkat kabupaten maupun Provinsi Papua Selatan.
Diuraikan, rangkaian kegiatan tahun ini dimulai sejak 16 Oktober 2026 dengan menghadirkan berbagai agenda menarik, baik yang bersifat eksternal maupun internal. Seperti lomba eksternal melibatkan partisipasi pelajar tingkat SMP dan MTs se-Kabupaten Merauke melalui ajang cerdas cermat Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, dan Matematika yang sukses digelar pada 16–17 Oktober 2026.
Selain itu, lomba internal sebagai ajang seleksi antarsiswa SMA Negeri 2 Merauke untuk menjaring bibit-bibit unggul yang siap diutus ke berbagai ajang perlombaan mewakili sekolah.
Eko menjelaskan, di samping fokus pada pengembangan akademik dan sastra, momentum ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat penggalangan dana pembangunan Gedung Serbaguna SMA Negeri 2 Merauke yang peletakan batu pertamanya telah dimulai pada Oktober 2023 lalu.
Pihak sekolah mengajak seluruh pemangku kepentingan, mulai dari orang tua siswa, alumni, hingga kepala OPD di Kabupaten Merauke, untuk bergotong royong mewujudkan fasilitas tersebut.
Pelaksanaan puncak Bulan Bahasa ini mendapat sambutan dan apresiasi hangat dari Ketua Komite Sekolah, Caecilia Dewi.
Dia menilai, penampilan para siswa di puncak acara membuktikan bahwa kreativitas, literasi, dan rasa cinta terhadap Bahasa Indonesia di kalangan pelajar sangat tinggi.

”Kami sangat bangga kepada anak-anak kita dari kelas 10, 11, hingga 12 yang telah menunjukkan kompetensinya secara luar biasa. Ini membuktikan bahwa secara sisi kebahasaan dan kreativitas, mereka sungguh-sungguh dibentuk melalui program ini,” ujarnya kepada wartawan di sela sela kegiatan.
Lebih lanjut, Ketua Komite juga menyoroti pentingnya kolaborasi antara pihak sekolah, komite, dan pemerintah daerah. Sebagai mitra strategis, komite sekolah berharap ke depannya ada sinergi yang semakin erat dengan pemerintah untuk terus mendukung kemajuan mutu pendidikan, khususnya dalam pemenuhan sarana dan prasarana penunjang di SMA Negeri 2 Merauke.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Merauke, Romanus Kande Kahol turut hadir dalam acara puncak tersebut memberikan apresiasi atas konsistensi dan kemajuan positif yang ditunjukkan oleh SMA Negeri 2 Merauke.
Ia menegaskan bahwa peningkatan mutu pendidikan dan pengawalan sarana prasarana merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, sekolah, orang tua, dan masyarakat luas.
Mengingat SMA Negeri 2 Merauke menjadi salah satu sekolah favorit dengan animo pendaftar yang tinggi setiap tahunnya, pihak dinas terus mendorong agar kualitas lulusan dan standar pelayanan pendidikan di sekolah ini terus dijaga dengan baik.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Pendidikan juga menyambut baik rencana percepatan pembangunan aula atau gedung pertemuan sekolah.
Ia mengarahkan pihak panitia untuk segera menyusun proposal resmi agar dapat dikoordinasikan bersama para pemangku kepentingan serta para alumni potensial yang kini berkiprah di berbagai sektor pemerintahan daerah.
Dengan evaluasi berkala yang terus dilakukan setiap tahunnya, SMA Negeri 2 Merauke bertekad untuk terus menjaga konsistensi program Bulan Bahasa ini sebagai identitas kebanggaan sekolah dari masa ke masa. (Nuryani)














































