Jalan Terjal Persipura Menghadapi Kompetisi Liga 2 

Ilustrasi Persipura - bola.com

Metro Merauke – Liga 2 Indonesia musim 2022/2023, bukanlah kompetisi yang mudah bagi Persipura. Boleh saja Mutiara Hitam manargetkan hanya semusim berada di kasta kedua sepak bola Indonesia.

Akan tetapi, apabila melihat kondisi Persipura kini, misi itu tidaklah gampang. Disaat tim lain mempersiapkan diri menghadapi kompetisi, Persipura terkesan jalan di tempat.

Bacaan Lainnya

Manajemen belum memastikan kontrak sebagian besar pemain yang akan berakhir atau telah berakhir. Akibat belum ada kepastian kontrak, satu persatu pemain Persipura berlabuh ke tim lain. 

Setelah kepergian Kevin Rumakiek, Donny Monim, Fitrul Dwi Rustapa, Todd Rivaldo Ferre dan Dede Sulaiman, giliran Ricky Richardo Cawor yang menanggalkan kostum merah-hitam Persipura.

Beberapa hari lalu, penyerangan tersubur  PON XX Papua itu, memilih berlabuh ke klub ibu kota, Persija Jakarta.

Dengan berat hati Ricky Cawor meninggalkan Persipura, sebab manajemen belum memastikan masa depannya, setelah kontraknya berakhir.

Persija mengikat mantan pemain PS Gelora Putra FC Merauke (2011-2016), Persimer Merauke (2017) dan Persemi Mimika (2018) itu  dengan durasi kontrak tiga tahun.

“Terima kasih [tim] kebanggaan [Persipura], terima kasih untuk semua suporter, doa kami semua semoga bisa kembali ke jalurnya,” tulis Ricky Cawor di akun instagramnya.

Ricky Cawor – IST

Ricky Cawor mungkin bukan pemain terakhir yang akan meninggal Persipura, apabila menajemen tidak segera memastikan nasib pemain lain.

Beberapa pemain Persipura yang kini diincar klub lain, di antaranya Nelson Alom, Elisa Basna, Ricky Kayame dan Brian Fatari.

Keempat pemain ini sedang didekati Persita Tangerang, untuk memperkuat Pengeran Cisadana saat Kompetisi Liga 1 musim depan.

Bekas pelatih Persipura, Angel Alfredo Vera yang kini menangani Persita Tangerang, berencana membawa sederat mantan anak asuhnya itu.

Pemain Persipura lainnya, yang dikabarkan didekati klub lain adalah Ferinando Pahabol. Macam Putih, Persik Kediri merupakan salah satu tim yang tertarik memakai jasa pemain lincah ini.

Terancam Ditinggal Semua Kiper

Setelah Fitrul Dwi Rustapa dan Dede Sulaiman hengkang, Persipura masih berpeluang mempertahankan dua penjaga gawangnya musim lalu.

Keduanya, adalah Gerri Mandagi dan Mario Fabio Londok. Akan tetapi, apabila kedua penjaga gawang asal Sulawesi Utara ini tidak segera mendapat kepastian, bukan tidak mungkin mereka akan meninggalkan Persipura.

Sebab, kontrak keduanya bersama Persipura telah usai sejak kompetisi Liga 1 musim 2021/2022 berakhir.

“Saya masih menunggu kepastian dari manajemen, karena saya ingin bertahan di Persipura. Tapi semua kembali kepada pengurus dan pelatih nantinya. Apakah saya masih dibutuhkan,” kata Gerri Mandagi.

Keinginan bertahan di Persipura juga diungkapkan Mario Fabio Londok. Namun hingga kini ia belum mendapat kepastian kontrak.

“Saya masih menunggu kabar dari manajemen, karena kontrak saya sudah berakhir,” kata Mario.

Gerri Mandagi-Dok. Liga 1

Situasi ini dikhawatirkan para mantan pemain Mutiara Hitam. Mereka meminta manajemen segera memagari pemain, agar tidak berpaling ke klub lain.

“Manajemen harus mempertahankan [atau memastikan kontrak] pemain supaya mereka tidak pindah,” ujar kata mantan pemain dan asisten pelatih Persipura, Mettu Duaramuri.

Katanya, memastikan kontrak pemain di Liga 2 musim depan, merupakan salah satu hal utama dalam mempersiapkan tim.

Mantan pemain Persipura khawatir, apabila banyak pemain yang hengkang, akan sangat sulit mencari pemain baru.

“Kalaupun ada pemain baru, butuh waktu lagi untuk membangun karakter dan kekompakan permainan mereka. Padahal kompetisi semakin dekat,” ucapnya. 

Belum Menentukan Pelatih

Selain belum memastikan siapa saja pemain yang akan memperkuat Persipura di Liga 2 musim depan, manajemen juga belum menentukan pelatih.

Eduard Ivakdalam yang semula digadang gadang banyak kalangan, akan menjadi juru taktik Mutiara Hitam musim depan, kini telah resmi menangani klub Liga 2 lainnya asal Papua, Persewar Waropen.

Edu Ivakdalam sendiri, sebelumnya berharap bisa kembali memberikan sumbangsihnya kepada Persipura, sebagai pelatih. 

Lantaran tidak kunjung mendapat kepastian dari manajemen, pelatih tim sepak bola Papua pada PON XX itu memilih melanjutkan karir pelatihnya bersama Mutiara Bakau.

“Saya tidak mendapatkan kepastian dari manajemen Persipura. Sedangkan manajemen Persewar, mereka langsung menghubungi dan bertemu saya,” kata Eduard Ivakdalam.

Sebelum memutuskan melatih Persewar, Eduard Ivakdalam sebenarnya diminati oleh Sulud United. Klub ada Sulawesi Utara itupun telah menyodorkan nilai kontrak kepada Eduard Ivakdalam.

Eduard Ivakdalam-IST

Akan tetapi, pelatih yang semasa bermain akrab disapa Kaka Edu ini menolak pinang tersebut, sebab ingin berkontribusi bagi klub yang membesarkan namanya, Persipura.

“Namun saya tidak mendapat kepastian. Setelah saya akan bergabung ke Persewar barulah ada respons dari [manejemen] Persipura,” ucap Edu.

Liga 2 musim 2022/2023 rencananya mulai bergulir pada Agustus 2022. Sebanyak 28 tim akan memperebutkan tiga tiket Liga 1 musim depan.

Kualitas klub klub yang berlaga di Liga 2 pun tidak dapat dipandang sebelah mata. Beberapa di antaranya pernah merasakan atmosfir kasta sepak bola tertinggi Indonesia, baik saat masih bernama Galatama, Divisi Utama, Liga Super Indonesia, hingga berganti kulit menjadi Liga 1.

Selain Persipura, klub klub Liga 2 yang pernah merasakan kompetisi papan atas sepak bola Indonesia, adalah Persela Lamongan, Persiraja Banda Aceh, Persiba Balikpapan, Deltras Sidoarjo, Persijap Jepara, PSMS Medan, PSPS Pekanbaru, Semen Padang, Gresik United dan Sriwijaya FC. (Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *