Metro Merauke – Kabut asap tebal yang menyelimuti Kabupaten Asmat, Papua Selatan, mengakibatkan gangguan pada aktivitas penerbangan. Pesawat Trigana Air yang melayani penerbangan Merauke menuju Asmat dilaporkan gagal mendarat di Bandar Udara Ewer, Distrik Agats akibat jarak pandang yang sangat terbatas.
Pesawat Trigana Air dengan nomor penerbangan IL287 rute Merauke menuju Asmat terpaksa memutar balik (return to base) dan kembali mendarat di Bandara Mopah, Merauke, Minggu sore (04/10/2026).
Langkah ini diambil demi keselamatan penerbangan setelah pendaratan batal dilakukan akibat sebaran kabut asap tebal di area bandara tujuan.
Berdasarkan kronologi kejadian yang disampaikan salah satu penumpanh, Fuci Manupapami, Armada Trigana Air awalnya telah mendarat di Bandara Mopah Merauke pada pukul 12.40 WIT. Namun, akibat paparan kabut asap di wilayah Asmat, jadwal keberangkatan menuju lokasi sempat tertunda sebelum akhirnya pesawat diizinkan lepas landas pada pukul 14.48 WIT.
Setelah mengudara beberapa saat, kata Fuci, pihak maskapai resmi mengumumkan pada pukul 16.09 WIT bahwa pesawat memutuskan untuk putar balik ke bandara asal.
Kepala UPBU Mopah, Ones Samperuru, membenarkan peristiwa pembatalan pendaratan tersebut.
Ia menjelaskan, keputusan pengalihan rute kembali ke Merauke diambil setelah pihaknya berkoordinasi langsung dengan otoritas pengelola bandara di Asmat.
”Berdasarkan komunikasi dengan pihak bandara di Asmat, jarak pandang terganggu secara signifikan akibat tebalnya kepungan asap yang terbawa dari wilayah Merauke dan Papua Nugini (PNG). Demi keselamatan penerbangan dan penumpang, pendaratan tidak dapat dilakukan sehingga diputuskan pesawat kembali ke Bandara Merauke,” terangnya.
Penerbangan lanjutan menuju Kabupaten Asmat dijadwalkan ulang dan terus menyesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca serta tingkat visibilitas di bandara tujuan. (Nuryani)














































