Metro Merauke – PT Telkom membatah bahwa gangguan jaringan internet (Jarnet) yang melanda wilayah Papua Selatan sejak 16 Agustus lalu dilakukan dengan sengaja.
General Manager PT Telkom Indonesia Wilayah Papua, Antonius Joko Sritomo dalam konferensi Pers menyatakan, gangguan tersebut disebabkan oleh masalah teknis, seperti gangguan pada sistem komunikasi kabel laut.
“Ini (gangguan jarnet) bukan terjadwal, tapi ini murni gangguan. Telkom sama sekali tidak ada upaya kesengajaan. Kalau bicara kerugian, buat apa kita mau sengaja, kerugian yang kami derita sangat besar, karena setiap perbaikan gangguan diperlukan biaya yang besar,” beber Antonius Joko Sritomo, Rabu (20/08/2025).
Telkom mencatat, gangguan jaringan internet di Merauke kali ini merupakan kejadian kedelapan kali.
“Gangguan jaringan ini tidak hanya terjadi di Merauke. Ada sejumlah daerah yang ikut terdampak, Kabupaten Kaimana, Timika, Asmat hingga Nabire,” katanya.
Diungkapkan, Kabupaten Merauke kerap mengalami gangguan jarnet. Hal tersebut dinilai akibat faktor alam serta laut di wilayah Merauke diketahui sangat landai dan dangkal, berbeda dengan lautan di daerah lainnya.
Dalam kasus ini, kata Agustinus, terjadinya gangguan kabel optik gangguan sistem komunikasi kabel laut (SKKL). Namun, untuk mengatasi masalah tersebut, Telkom berupaya melakukan perbaikan dan pemilihan jaringan dengan estimasi pada 5 September mendatang jarnet dapat kembali normal.
“Kapal khusus sudah bergerak dari Makassar ke titik lokasi perbaikan, nanti mampir di Dobo untuk perbekalan lalu menuju laut Merauke. Estimasi 5 September selesai, mudah-mudahan perbaikan berjalan lancar,” tukasnya.
Hanya saja, Agustinus mengungkapkan, pulihnya jarnet pada 5 September mendatang masih bersifat temporer. Sebab, katanya, masih perlu dilakukan perbaikan lanjutan 14 September dan 17 September.
“Perbaikan pun masih berlanjut di tanggal 12 September, itu bakal terjadi gangguan jarnet selama 12 jam. Sedangkan pada 17 September jarnet padam selama 36 jam, pemadaman terpaksa dilakukan demi keamanan keselamatan tim selama bekerja,” tandasnya. (Nuryani)















































