Metro Merauke – Gelombang unjuk rasa menuntut jaringan internet di Merauke, Papua Selatan, kembali berlanjut. Setelah sebelumnya aksi demonstrasi dilakukan masyarakat dengan lokasi di kantor PT Telkom Merauke, 21 Agustus lalu,
Kali ini ratusan massa yang tergabung dalam Aliansi mahasiswa dan masyarakat bergerak dari Lingkaran Brawijaya (Libra) menuju kantor GraPARI Merauke dan berlanjut ke kantor DPR Papua Selatan, Kamis (28/08/2025).
Di hadapan sejumlah anggota DPR Papua Selatan massa menyampaikan aspirasi, meminta pemerintah dapat mengambil langkah cepat, mencari solusi permasalahan gangguan jaringan internet yang kerap melanda di wilayah Papua Selatan.
“Kami inginkan solusi konkret dari pemerintah terkait masalah jaringan internet yang mengalami kerusakan secara berulang. Namun, sejauh ini tidak ada solusi terhadap masalah jaringan ini, lalu persoalan yang masyarakat hadapi akan dibawa kemana,” kata juru bicara, Rizky Pattiasina
Massa juga merasa kecewa, sebab dalam menghadapi unjukrasa terkait jaringan internet kali ini, DPR Papua Selatan tidak menghadirkan pihak Telkom.

Dalam kesempatan itu para pengunjuk rasa menyampaikan 7 tuntutan kepada sejumlah Legislator yang menerima para pengunjukrasa.
Diantaranya, mempertanyakan adanya kabel backup an yang dijanjikan PT Telkom sebelumnya, Karena sampai saat ini belum ada informasi terkait pembangunan ruas tersebut.
Mendesak pemerintah untuk memberikan ruang penambahan provider lain bukan sekedar menumpang ke Telkom. Meminta pengembalian kouta internet, audit anggaran APBN Telkom, meminta pemberhentian GM PT Telkom Indonesia wilayah Papua, dan meminta kompensasi kepada masyarakat yang terdampak.
Menanggapi tuntutan pendemo, Wakil Ketua II DPR Papua Selatan, Victor Ohoiwutun menyebut, sebelumnya pihak legislatif telah memanggil GM PT Telkom guna mendapat penjelasan langsung kaitannya gangguan jaringan internet yang selama ini melanda wilayah Papua Selatan.
Pihaknya komitmen untuk mendorong aspirasi masyarakat kemudian bersama pemerintah daerah dalam mengatasi persoalan yang ada.
Legislator juga mengapresiasi aksi unjuk rasa masyarakat Merauke berlangsung aman tanpa tindakan anarkis. (Nuryani)















































