Pemerhati Kesehatan Prihatin Kondisi Anak di Pedalaman Sorong

Bocah Mickael Segetmena asal Sorong Selatan saat menjalani perawatan hingga meninggal dunia di Rumah Sakit Sorong (Antara/ HO-Ampy Dorowe)

Metro Merauke – Pemerhati Kesehatan di wilayah Sorong Selatan Ampy Dorowe menyatakan prihatin dengan kondisi kesehatan anak-anak yang bermukim di wilayah pedalaman daerah itu lantaran minimnya fasilitas dan pelayanan kesehatan yang disediakan oleh pemerintah setempat.

 “Saya berharap pemerintah daerah lebih memprioritaskan program tentang kesehatan anak di wilayah Sorong Selatan,” kata Ampy Dorowe di Sorong, Senin.

Bacaan Lainnya

Dia secara khusus menyoroti kasus kematian Mickael Segetmena, bocah berusia tiga tahun yang bertahun-tahun menderita tumor mata ditambah kasus gizi buruk dan gangguan pertumbuhan (stunting).

Mickael menghembuskan nafas terakhir pada 7 Mei 2022 setelah beberapa waktu dirawat intensif di Rumah Sakit J P Wanane, Kabupaten Sorong. Jenazah bocah malang ini telah dimakamkan di kampung halamannya yaitu di Kampung Gamaro, Distrik Seremuk,  Kabupaten Sorong Selatan pada 8 Mei 2022.

Menurut Ampy Dorowe, kematian bocah Michael Segetmena harus menjadi pembelajaran bagi pemerintah daerah dan masyarakat di wilayah Sorong Selatan.

“Saya berharap ini kejadian terakhir, tidak boleh lagi ada anak-anak generasi muda bangsa yang meninggal sia-sia karena kurangnya perhatian dan pelayanan kesehatan oleh pemerintah. Jangan pernah menyepelekan kesehatan anak, karena di pundak merekalah nasib dan masa depan negeri ini dipertaruhkan,” kata Ampy Dorowe.

Ibu kandung Mickael Segetmena, Agustina Segetmena menuturkan bahwa dirinya tak berdaya menghadapi penderitaan almarhum, tidak saja karena menderita tumor mata, tetapi juga ditambah dengan kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi.

Bertahun-tahun almarhum Mickael mengalami kondisi itu tanpa pengobatan hingga akhrinya ajal menjemput.

“Kami keluarga tidak berdaya karena tidak ada dana pengobatan hingga akhirnya anak kami meninggal dunia,” tutur Agustina.
.

Agustina mengatakan putranya sempat dilarikan ke RSUD Sorong Selatan, namun karena peralatan kesehatan kurang memadai maka dirujuk ke RSUD Kabupaten Sorong.

Untuk bisa membawa bocah Mickael ke RSUD Kabupaten Sorong, Agustina mendapatkan bantuan biaya hasil penggalangan dana yang dilakukan oleh para mahasiswa asal Kabupaten Sorong Selatan. (Antara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *