Metro Merauke – Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Johannes Abraham Dimara Merauke resmi diusulkan untuk mengalami peningkatan tipe pangkalan guna memperkuat kedaulatan di wilayah perbatasan RI.
Komandan Lanud J.A. Dimara, Kolonel Pnb Beny Aprianto, menegaskan bahwa langkah ini mendesak seiring bertambahnya beban kerja dan luasnya cakupan wilayah operasional.
“Peningkatan tipe ini sangat penting mengingat luasnya wilayah perbatasan yang harus kita amankan di ujung timur Indonesia,” ujar Danlanud Beny Aprianto kepada wartawan usai memimpin upacara Hari Bakti TNI AU Ke-79, Rabu (29/07/2026).
Momen peringatan Hari Bakti TNI Angkatan Udara di Merauke menjadi pijakan utama bagi seluruh prajurit untuk meneguhkan kembali jiwa pengabdian dan nilai-nilai perjuangan bangsa.
Mengutip amanat dari Kepala Staf Angkatan Udara (Kasau), Danlanud Beny Aprianto, menyampaikan pentingnya meneladani semangat pahlawan pendahulu.
“Hari Bakti ini adalah momen bagi kita untuk mewarisi keberanian, pengorbanan, dan jiwa ikhlas dari para pendahulu TNI Angkatan Udara,” katanya.
Dikatakan, seiring pesatnya pemutakhiran teknologi militer, seluruh personel Lanud J.A. Dimara dituntut untuk terus meningkatkan kapabilitas diri serta kesiapan operasional pangkalan.
Danlanud menegaskan bahwa kesiapan SDM merupakan kunci utama dalam menghadapi dinamika pertahanan masa depan. “Kami siap mengoperasikan, mengawaki, memelihara, serta menguasai teknologi modern yang akan kita hadapi pada masa-masa mendatang,” tegas Beny Aprianto.
Beny Aprianto mengatakan, letak geografis Merauke yang berbatasan langsung dengan negara tetangga menjadikan wilayah ini memiliki nilai geopolitik yang amat strategis bagi pertahanan nasional.
Lanud J.A. Dimara pun telah melakukan koordinasi intensif dengan Dewan Ketahanan Nasional (Wantannas) terkait penguatan kawasan perbatasan. “Kemarin kami sudah berdiskusi dengan tim Wantannas saat berkunjung ke Lanud mengenai pentingnya pemenuhan alutsista pendukung perbatasan,” ungkap Danlanud.
Dukungan alat utama sistem persenjataan (alutsista) udara modern dinilai sangat krusial untuk melakukan pemantauan udara secara berkala di sepanjang garis batas darat maupun perairan. Kehadiran alutsista udara memungkinkan integrasi data yang cepat antar-satuan TNI. “Dengan adanya alutsista udara, kita dapat menyampaikan informasi pemantauan secara real-time ke Satgas Darat maupun ke jajaran Angkatan Laut,” terang Danlanud.
Pengawasan udara yang presisi dan intensif diharapkan mampu menekan angka pelanggaran batas wilayah sekaligus mengantisipasi potensi insiden hukum yang melibatkan warga lokal. Langkah pencegahan ini krusial demi menjaga kondusivitas keamanan di wilayah perbatasan.
“Pengawasan ini penting agar tidak terjadi pelanggaran wilayah serta mencegah nelayan kita tidak sengaja melintas keluar batas negara,” tegas Danlanud.
Danlanud menggarisbawahi bahwa terbentuknya Provinsi Papua Selatan dengan empat kabupaten di dalamnya menuntut peningkatan struktur dan kapasitas pangkalan udara yang lebih memadai.
Peningkatan tipe Lanud Merauke menjadi jawaban atas kebutuhan benteng pertahanan negara di perbatasan. “Dengan posisi Merauke sebagai ibu kota Provinsi Papua Selatan yang membawahi empat kabupaten, peningkatan tipe Lanud Merauke menjadi Tipe A memang sangat diperlukan,” kata Danlanud.
Diketahui, peringatan Hari Bakti TNI AU tahun ini dirangkaikan dengan beragam aksi sosial dan pelayanan kesehatan yang menyasar langsung masyarakat di Merauke.
Rangkaian kegiatan tersebut digelar sebagai bentuk kemitraan yang erat antara TNI AU dan warga setempat. “Kemarin kita sudah melaksanakan pengobatan massal, pembagian sembako, donor darah, serta ziarah rombongan ke taman makam pahlawan,” jelas Danlanud merinci kegiatan sosial yang telah berlangsung.
Selain pelayanan masyarakat, pihak Lanud J.A. Dimara memberikan perhatian khusus dan apresiasi tinggi kepada pihak keluarga pahlawan nasional J.A Dimara yang namanya diabadikan sebagai nama pangkalan tersebut.
Kehadiran pihak keluarga pahlawan menjadi kehormatan tersendiri dalam jajaran pangkalan. “Kami juga melaksanakan tali asih dan anjangsana kepada keluarga besar Johannes Abraham Dimara yang sengaja kami undang dalam upacara ini sebagai wujud penghormatan.”
Menyinggung soal capaian kinerja organisasi pada paruh pertama tahun ini, Danlanud menyampaikan apresiasi tinggi atas keberhasilan jajarannya yang mampu melampaui target operasional.
Menurutnya, evaluasi internal menunjukkan seluruh program kerja berjalan sangat efektif dan efisien. “Secara program kerja, baik dari sisi operasi, personel, maupun logistik, pencapaian kita secara statistik sudah melebihi dari target perencanaan yang ditetapkan,” tandasnya. (Nuryani)













































