Metro Merauke– Tim Ekspedisi Patriot IPB resmi tiba di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, Minggu (02/08/2026), untuk memulai rangkaian penelitian dan pendampingan di Kawasan Salor, pusat pemerintahan Provinsi Papua Selatan.
Setibanya di Merauke, tim langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke sebagai langkah awal pelaksanaan program yang akan berlangsung selama kurang lebih empat bulan.
Kedatangan tim disambut Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke, Keliopas Ndiken, beserta jajaran. Dalam sambutannya, Keliopas menyampaikan apresiasi dan rasa bahagia atas kehadiran Tim Ekspedisi Patriot IPB yang dinilai menjadi mitra strategis dalam mendukung pengembangan kawasan Salor.
“Kami mengucapkan selamat datang kepada Tim Ekspedisi Patriot IPB di Kabupaten Merauke. Pemerintah Kabupaten Merauke menyambut baik kolaborasi ini dan berharap program yang dilaksanakan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, khususnya di kawasan Salor. Kami juga berharap seluruh kegiatan dapat mendorong keterlibatan aktif masyarakat asli Papua sehingga pembangunan benar-benar memberikan dampak yang berkelanjutan,” ujar Keliopas.
Dalam ekspedisi kali ini, Tim Patriot IPB mengemban misi pengembangan empat komoditas unggulan, yaitu sagu sebagai komoditas lokal andalan Papua, padi, budidaya ikan, dan peternakan.
Selain berfokus pada peningkatan produktivitas komoditas, program juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM) Papua melalui kegiatan pelatihan, pendampingan serta inisiasi pembangunan ekosistem bisnis sagu yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Kabupaten Merauke menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pembangunan kawasan transmigrasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Usai melakukan koordinasi dengan Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi, Tim Ekspedisi Patriot IPB melanjutkan kunjungan ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 1707/Merauke dan Polres setempat.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus memastikan pelaksanaan kegiatan penelitian dan pendampingan di lapangan dapat berjalan dengan aman, lancar, dan mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
Diketahui, selama kurang lebih empat bulan ke depan, Tim Ekspedisi Patriot IPB akan melaksanakan berbagai kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, transfer teknologi, hingga pendampingan kelembagaan masyarakat di kawasan Salor, Distrik Kurik,
Semangga, Tanah Miring, Animha, dan Malind.
Program ini diharapkan mampu memperkuat pengembangan sektor pertanian, perikanan, dan peternakan berbasis potensi lokal dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama pembangunan.
Ketua Tim Ekspedisi Salor yang bertanggung jawab pada pengembangan komoditas sagu, Ratih Kemala Dewi, menjelaskan bahwa ekspedisi ini merupakan bentuk nyata kontribusi IPB dalam mendukung pembangunan kawasan melalui pendekatan multidisiplin yang berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
“Pada program Ekspedisi Patriot IPB tahun ini, kami ingin berkontribusi dalam pengembangan kawasan Salor melalui penguatan komoditas pertanian, salah satunya sagu sebagai komoditas unggulan lokal Papua. Sagu memiliki potensi yang sangat besar untuk dikembangkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat apabila didukung oleh pengelolaan yang baik dari hulu hingga hilir. Oleh karena itu, kami tidak hanya melakukan penelitian, tetapi juga pendampingan kepada masyarakat dalam membangun ekosistem bisnis sagu yang terintegrasi,” ujar Ratih yang juga merupakan dosen program studi teknologi produksi dan pengembangan masyarakat pertanian Sekolah Vokasi IPB
Ia menambahkan bahwa seluruh kegiatan akan melibatkan masyarakat lokal asli Papua sebagai mitra utama. Pendekatan partisipatif tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat sekaligus menciptakan model pengembangan kawasan yang berkelanjutan.
“Selain pengembangan sagu, Tim Patriot IPB juga akan mendampingi pengembangan komoditas padi, budidaya ikan, dan potensi peternakan. Kami berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat dapat menghasilkan inovasi yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan pangan di kawasan Salor,” tambahnya.
Melalui semangat kolaborasi dan pengabdian, Tim Ekspedisi Patriot IPB diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung pengembangan kawasan Salor sebagai salah satu kawasan strategis di Papua Selatan. Program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan produksi komoditas unggulan, tetapi juga pada penguatan kapasitas masyarakat, pembangunan kelembagaan, serta terciptanya ekosistem agribisnis yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. (Nuryani)












































