Metro Merauke – Kepala Sekolah SMA Negeri I Merauke, Sergius Womsiwor melarang siswanya untuk melakukan aksi konvoi maupun coret seragam sekolah usai menerima hasil kelulusan, Selasa besok (10/05/2022).
Sehari menjelang diumumkannya hasil kelulusan bagi 415 siswa kelas XII, pihak sekolah telah mengumpulkan anak didiknya lalu berpesan, agar mereka (siswa) di SMA Negeri I Merauke dapat mematuhi aturan tersebut.
“Kita sudah mengingatkan siswa untuk tidak euforia usai menerima hasil kelulusan besok,” kata Kepsek, Serigius Womsiwor, Senin (09/05/2022).
Bahkan, lanjut Womsiwor, pihaknya telah berkoordinasi dengan kepolisian untuk mengawal jalannya pengumuman.
Dan membubarkan siswa SMA Negeri I yang konvoi kendaraan di jalan raya maupun bentuk aksi lainnya yang negatif.
Pihak sekolah justru mengedukasi para siswa, dapat menumbuhkan jiwa berbagi. Caranya, dengan menyumbangkan seragam ke sekolah untuk pelajar lain yang membutuhkan.
“Kita berharap anak didik tidak melakukan hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri hingga merusak citra sekolah,” pintanya.
Pada kesempatan itu Kepala SMA N I Merauke mengapresiasi orang tua, sebab sudah mempercayakan anaknya didik di sekolah yang dipimpinnya kini.
Menurutnya, keberhasilan dalam mendidik siswa, tidak lepas adanya peran dari berbagai pihak, mulai dari orang tua, lingkungan atau masyarakat maupun pemerintah.
Semua elemen dimaksud, katanya, perlu terus saling bersinergi, demi menciptakan sumber daya manusia berkualitas, terampil, cerdas, dan berakhlak yang baik. (Nuryani)
















































