Metro Merauke – Bagi kalangan mama-mama, sosok Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah seakan sudah tak asing lagi dan bahkan sangat familiar.
Gambaran itu terlihat jelas, ketika kedatangan Legislator dari Fraksi NasDem, Jumat sore (22/04/2022), dielu-elukan dan mendapat sambutan hangat dari warga RT 1/RW 01, Kelurahan Kelapa Lima, Merauke.
Dalam pertemuan yang berlangsung dua jam, dimanfaatkan dengan baik bagi warga untuk menyampaikan aspirasi langsung kepada anggota dewan, Fauzun Nihayah dalam masa resesnya.
Salah satu warga, Bernadetha Kenombai mengungkapkan, bukan baru pertama kali mendapat kunjungan dari Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah.
“Kita sudah semakin akrab dengannya (Fauzun Nihayah). Ibu datang mendengarkan keluhan kami dan diperjuangkan untuk dibantu,”ucapnya.
Diungkapkannya, mama-mama di Mangga Dua aktif mengikuti kelompok-kelompok usaha, seperti membuat kerajinan daur ulang bahan bekas, beternak babi maupun bercocok tanam padi dan sayur mayur.
Harapannya dapat membantu perputaran ekonomi keluarga.
Kepada Anggota DPR Papua, untuk pengembangan ekonomi kreatif mama-mama di Mangga Dua, dimasa pendemi ini mengalami kendala dan butuh dukungan.
“Untuk kelompok usaha tanam sayur kesulitan kendaraan. Selama ini kita menjual hasil kebun yang diisi di dalam noken kemudian dipikul, berjalan kaki ke pasar,”ucapnya.
Tak hanya itu, dari kelompok pembuat kerajinan berbahan limbah plastik, mengaku kesulitan memasarkan hasil kerajinannya, mulai dari tas, topi hingga bunga. Sebab, belum memiliki tempat jualan yang permanen.
“Aneka hasil kerajinan ikut dipasarkan saat gelaran PON XX Papua. Hasilnya menjanjikan, tapi sekarang anggota kelompok kebingungan mau jual dimana, belum ada tetempat, ” akunya.
Warga setempat juga minta dibantu alat pertanian dan bantuan bibit anakan babi.
Anggota Komisi V DPR Papua, Fauzun Nihayah mengatakan, tugas legislatif untuk melayani masyarakat. Karenanya lewat reses, digunakan untuk bertemu masyarakat, gunanya untuk menyerap aspirasi masyarakat lalu diperjuangkan di parlemen.
“Aspirasi masyarakat yang ditampung saat ini menjadi perhatian kami untuk diperjuangkan. Terlebih, berbagai usulan untuk memajukan usaha mama-mama Papua, harus kita perjuangkan, ” katanya.
Ia menyebut, selama ini berbagai bantuan yang disalurkan dari rumah aspirasi H. Sulaeman L Hamzah merupakan hasil usulan masyarakat.
Pihaknya mengharapkan, para penerima bantuan harus menggunakannya secara kelompok dan bukan untuk pribadi.
“Kenapa penggunaannya secara kelompok, agar membawa manfaat untuk banyak orang,” tuturnya.(Nuryani)
















































