Anggota Komisi IV DPR RI Kontinyu Gelar Bimtek, 70 Persen Peserta OAP

Pembukaan Bimtek

Metro Merauke – Sosok H. Sulaeman L Hamzah, Anggota Komisi IV DPR RI, sudah tidak asing dan menjadi sangat familiar di tengah masyarakat.

Legislator yang duduk di Senayan dari Dapil Papua itu diketahui sangat getol turun langsung ke tengah masyarakat.

Bacaan Lainnya

Di tengah kegiatan turun Dapil, selain reses, Sulaeman Hamzah sekaligus membawa program maupun menyalurkan berbagai bantuan pemerintah melalui jalur aspirasi untuk masyarakat.

Salah satunya kegiatan bimbingan teknis (Bimtek) bagi berbagai kalangan. Semisal untuk para petani, nelayan maupun pembudidaya tanaman hortikultura, kegiatan secara kontinyu dilaksanakan.

Salah satu bimtek yang belum lama ini berlangsung di Merauke, Budidaya dan Hilirisasi Produk Hasil Perkebunan bagi petani kelapa.

Menariknya, di setiap pelaksanaan Bimtek, Politikus dari Partai NasDem mengklaim pesertanya 70 hingga 75 persen merupakan orang asli Papua (OAP).

“Bimtek saat ini pun demikian, saya pastikan 70 persen diikuti saudara kita OAP. ini maksudnya, bersama-sama kita tingkatkan pengetahuan dan keterampilan SDM sehingga dapat mengelola SDA di Papua yang begitu besar,” ucapnya.

Menurut Hamzah, Bimtek sangat dibutuhkan bagi masyarakat yang menggeluti sektor pertanian, perikanan maupun perkebunan.

Sebab, besarnya potensi sumber daya alam wilayah Papua Selatan, terlu dikelola secara maksimal. Sehingga, dibutuhkan sumber daya manusia yang terampil dan mumpuni.

Dari berbagai komoditas unggulan yang ada di Merauke, kelapa juga menjadi salah satu komoditi yang diperhitingkan.

Di Merauke, salah satu daerah penghasil kelapa adalah Distrik Okaba.

Hanya saja, katanya, sejauh ini pemanfaatannya belum dilakukan dengan maksimal.

“Padahal, kelapa hasilnya sangat banyak, mulai dari sabut, tempurung hingga isi kelapa. Ini perlu dikelola dan dipasarkan sehingga meningkatkan ekonomi masyarakat,” tuturnya.

Sulaeman H. Hamzah berharap, dengan adanya Bimtek yang digelar pemerintah, kelompok tani menjadi lebih faham mengenai pengolahan kelapa. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *