Metro Merauke – Pemerintah Kabupaten Merauke seyogyanya segera membahas dan menetapkan kondisi tanggap darurat bencana banjir rob yang saat ini tengah terjadi di daerah itu.
Kepala Bidang Penanggulangan Bencana Provinsi Papua Selatan, Lilis Adi Sulistiono mengatakan, penetapan status tanggap darurat bencana banjir ini perlu dilakukan, seiring banyaknya jumlah korban yang terdampak, adanya kerusakan infrastruktur maupun sejumlah rumah milik warga yang rusak porak poranda.
“Dari provinsi menyarankan, perlu ditetapkan kondisi tanggal darurat air rob, kemudian rekomendasi itu dibuat hasil telaah BPBD dengan Tim Reaksi Cepat (TRC). Dan dari provinsi pun akan melihat kondisi tanggap darurat sesuai dengan keadaan yang sebenarnya,” ujar Lilis, Sabtu (16/03/2024).
Dengan begitu, sambung Lilis, memudahkan Pemda dalam penggunaan dana tak terduga dipakai untuk penanganan bencana.
Diketahui, sebanyak 7 rumah warga dilaporkan rusak dan hanyut tersapu air pasang. Sedangkan 795 jiwa terdampak banjir rob sejak Jumat (15/03/2024) dievakuasi di GOR Hiad Sai Merauke untuk mendapat penanganan pemerintah daerah setempat. (Nuryani)














































