Metro Merauke – Badan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Papua meminta ratusan mahasiswa di berbagai negara, segera kembali ke Papua.
Mereka adalah mahasiswa yang beasiswanya telah dihentikan, karena tidak menyelesaikan studi tepat waktu.
Kepala BPSDM Papua, Aryoko Rumaropen mengatakan sebanyak 142 mahasiswa di beberapa negara, telah dihentikan beasiswanya.
Namun hingga kini masih ada 129 mahasiswa penerima beasiswa otonomi khusus (Otsus) itu, yang belum kembali ke Papua.
“Semua biaya pemulangan akan ditanggung Pemprov Papua. Mahasiswa mesti segera menyampaikan jadwal kepulangan mereka ke BPSDM melalui e-mail, agar kepulangannya ke Indonesia bisa diatur,” kata Aryoko Rumaropen belum lama ini.
Menurutnya, setelah mahasiswa kembali ke Indonesia, mereka harus melapor ke BPSDM dengan membawah transkrip akademiknya.
“Mereka harus pulang dan membawa transkrip nilai, supaya kit tahu selama enam tahun atau tujuh tahun di sana, seperti apa hasil studinya, karena tidak mungkin kita kasih sekolah ulang,” ucapnya.
Katanya, BPSDM akan memfasilitasi mahasiswa yang kembali ke Indonesia mencari kampus, yang dapat menerima mereka berdasarkan studi awalnya.
Akan tetapi, biaya studi lanjutan bagi mahasiswa yang pulang itu tidak bisa lagi dibiayai beasiswa. Sebab, itu akan menyalahi aturan.
“Kami akan membantu menghitung besaran biaya yang diperlukan mahasiswa untuk studi lanjutan. Kemudian dilaporkan ke gubernur agar nanti dicarikan sumber dana lain untuk membiayai sisa studi para mahasiswa itu,” ujarnya. (Arjuna)
















































