Metro Merauke – Polisi menyatakan sumber dana pembelian senjata ilegal dua pemuda yang ditangkap di Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan beberapa hari lalu merupakan hasil penjualan emas.
Kapolres Boven Digoel, AKBP I Komang Budiartha mengatakan, senjata api dan amunisi yang dibawa MK dan AH, pemuda asal Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan itu dibeli di Papua Nugini (PNG).
“MK dan AH membeli empat pucuk senjata dan 18 amunisi itu usai menjual 190 gram emas. Senjata itu dibeli dari PNG,” kata AKBP I Komang Budiartha dalam siaran persnya, Sabtu (21/01/2023).
AKBP I Komang Budiartha mengatakan, kasus ini telah dilimpahkan ke Mapolda Papua, agar didalami lebih lanjut.
Direktur Reserse dan Kriminal UmumPolda Papua, Kombes Faizal Ramadhani mengatakan AH dan MK diduga anggota kelompok bersenjata di wilayah Yahukimo.
Jenis senjata yang dibawa kedua pemuda itu, jenisnya sama dengan yang dipakai saat kelompok bersenjata menyerang anggota polisi di Yahukimo, 30 November 2022 silam. (Redaksi/Arjuna)
















































