Kawal Keamanan Pelabuhan, Polsek KPL Merauke Ungkap Pencurian Kopra Senilai Jutaan Rupiah

Metro Merauke – Jajaran Polsek Kawasan Pelabuhan Laut (KPL) Merauke berhasil membongkar sindikat pencurian spesialis muatan kontainer. Dalam operasi pengejaran selama sepekan, sebanyak 14 orang terduga pelaku pencurian kopra di area penumpukan Pelabuhan Laut Merauke berhasil diringkus.

Pengungkapan kasus ini merupakan tindak lanjut dari laporan korban, Sukanto (46), yang kehilangan muatan barangnya, Senin (09/03/2026). Korban mendapati segel kontainer miliknya telah rusak dan mendapati tujuh karung kopra raib, dengan total kerugian mencapai Rp7,35 juta.

Bacaan Lainnya

Tim Reskrim Polsek KPL Merauke bergerak cepat melakukan penyelidikan di lapangan. Proses hukum berjalan secara bertahap sejak 10 Maret hingga 18 Maret 2026. Alhasil, Polisi mengamankan 3 pelaku awal yang menjadi “pintu masuk” pengungkapan identitas pelaku lainnya, Selasa (10/03/2026).

Kemudian, melalui pendekatan persuasif kepada tokoh adat, tokoh agama, dan orang tua, 9 pelaku akhirnya menyerahkan diri secara kooperatif. Sedangkan 2 pelaku terakhir pun ikut menyusul menyerahkan diri ke Mapolsek, 18 Maret.

Adapun ke-14 terduga pelaku yang kini telah diamankan berinisial: J.I., S.A., Y.A., P.A., F.G.E., R.S., I.F., A.P.V., V.N., S.L.S.B., A.M., A.K.N., S.M., dan B.M.

Ps. Kapolsek KPL Merauke, IPTU Muhamad Adam Srifaldy, menegaskan bahwa kasus ini telah ditingkatkan ke tahap penyidikan. Saat ini, para pelaku dibagi ke dalam dua lokasi penahanan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut

“2 orang ditahan di Rutan Polres Merauke. Sedangkan 12 orang ditahan di Rutan Polsek Merauke Kota,” kata Muhammad Adam.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Pengembangan kasus masih terus dilakukan untuk mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain atau jaringan yang lebih luas di kawasan pelabuhan,” ujarnya.

Menyikapi kejadian ini, pihak kepolisian meminta para pelaku usaha dan otoritas pelabuhan untuk memperketat sistem pengawasan internal.

Penggunaan teknologi pengamanan tambahan pada segel kontainer dan koordinasi rutin dengan petugas keamanan diharapkan dapat mencegah terjadinya aksi kriminalitas serupa di masa mendatang. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *