Metro Merauke – Rasa syukur mendalam diungkapkan oleh Frebonia Bela (39), warga asal Kampung Bersehati, Merauke, Papua Selatan, setelah berhasil melewati kondisi darurat medis akibat nyeri dada mendadak yang dialaminya.
Ia mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan.
Dikatakan, berkat program tersebut, dirinya bisa mendapat penanganan cepat dan tepat di RS Bunda Pengharapan Merauke tanpa harus pusing memikirkan biaya pengobatan.
Frebonia menceritakan, peristiwa itu terjadi secara tiba-tiba saat ia sedang menjalankan aktivitas rumah tangga seperti biasa. Tanpa peringatan, rasa nyeri yang menusuk tiba-tiba menyerang bagian dadanya dan menjalar ke lengan kiri, membuatnya panik dan lemas.
Keluarganya yang menyadari kondisi tersebut langsung membawa Frebonia ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RS Bunda Pengharapan yang merupakan salah satu rumah sakit mitra BPJS Kesehatan di Merauke.
“Saya benar-benar takut waktu itu. Rasa sakitnya luar biasa dan saya sampai sulit bernapas. Beruntung keluarga saya cepat tanggap dan langsung membawa saya ke rumah sakit. Yang paling saya syukuri, saya sudah jadi peserta JKN. Jadi begitu sampai rumah sakit, saya langsung ditangani tanpa diminta bayar uang muka,” ujar Frebonia saat ditemui di RS Bunda Pengharapan, Jumat (09/05/2025).
Setiba di rumah sakit, tim medis segera melakukan pemeriksaan intensif terhadap kondisi Frebonia. Berdasarkan hasil observasi dan diagnosa awal, nyeri dada yang ia alami mengarah pada gejala gangguan jantung.
Petugas medis pun segera mengambil tindakan penanganan darurat dan melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan, termasuk rekam jantung (EKG) dan pemeriksaan laboratorium.
Respon cepat dalam penanganan kasus nyeri dada sangat penting, karena dapat berhubungan dengan kondisi serius seperti serangan jantung atau gangguan pembuluh darah koroner.
Sementara itu, Frebonia menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada pemerintah BPJS Kesehatan, dan seluruh tenaga medis di RS Bunda Pengharapan. Menurutnya, program JKN tidak hanya menyelamatkan hidupnya, tetapi juga meringankan beban keuangan keluarganya.
“Kalau saya harus bayar sendiri semua biaya itu, mungkin kami harus pinjam ke sana-sini. Tapi dengan JKN, semuanya sudah ditanggung. Saya benar-benar bersyukur. Pelayanan di rumah sakit juga baik, ramah, dan cepat. Terima kasih JKN,” ucapnya haru.
Kepala BPJS Kesehatan Cabang Merauke, Erika Verayanti Lumban Gaol, menyatakan bahwa kasus seperti yang dialami Frebonia, menunjukkan betapa pentingnya kepesertaan aktif dalam Program JKN. Ia mengimbau masyarakat untuk tidak menunda mendaftar atau membayar iuran, karena manfaatnya bisa dirasakan kapan saja, terutama dalam situasi darurat.
“Kami selalu mengingatkan bahwa kesehatan itu tidak bisa diprediksi. Kita tidak pernah tahu kapan akan sakit. Jadi, menjadi peserta JKN itu adalah bentuk perlindungan diri dan keluarga. Kami senang mendengar bahwa Ibu Frebonia tertolong berkat program ini,” ujar Erika.
Febronia juga menambahkan bahwa ia berharap masyarakat lain tidak ragu untuk menjadi peserta JKN karena menurutnya kesehatan itu adalah investasi yang paling penting.
“Saya sudah merasakannya sendiri. Kalau bukan karena JKN, mungkin saya tidak bisa tertolong secepat itu,” ujar Febronia, sambil mengajak agar semua orang menjaga kesehatan dan memanfaatkan program pemerintah yang ada.
Selain itu, Febronia berharap agar Program JKN terus ditingkatkan dan diperluas cakupannya. “Saya ingin program ini semakin baik lagi, terutama dalam hal pelayanan dan akses di daerah terpencil. Semua orang berhak mendapat layanan kesehatan yang layak,” tandasnya. (Nuryani)
















































