Metro Merauke – Anggota komisi bidang pemerintahan, politik, hukum, HAM dan keamanan DPR Papua, Emus Gwijangge mengingatkan para pihak tidak berupaya mendorong rencana pemekaran Papua, karena mengincar jabatan.
Iamengatakan, belakangan ini yang terkesan gencar mendorong rencana pemekaran adalah para kepala daerah atau bupati di Papua, yang telah dua periode menjabat.
“Terkesan para bupati ini mendorong pemekaran, untuk mencari jabatan baru saat periode mereka berakhir. Mereka mengabaikan aspirasi masyarakat,” kata Emus Gwijangge.
Katanya, mestinya para bupati yang mendorong pemekaran itu mendengar aspirasi masyarakat. Sebab selama ini DPR Papua telah menerima aspirasi dari berbagai kabupaten. Sebagian besar adalah aspirasi menolak pemekaran.
“Mestinya para bupati diakhir masa jabatannya menginstropeksi diri. Apakah selama mereka memimpin sudah melakukan yang terbaik untuk rakyat. Apakah kebijakannya selama ini sudah sesuai harapa rakyat,” ujaranya.
Menurutnya, tidak dipungkiri banyak kabupaten di Papua selama ini, belum maksimal dalam layanan pemerintahan.
“Mestinya itu yang dievaluasi. Jangan terkesan karena masa jabatan sudah mau berakhir, jadi berupaya mencari jabatan baru dan mendorong pemekaran,” ucapnya.
Katanya, pemekaran mesti mempertimbangkam berbagai aspek. Apa dampak baik dan buruknya terhadap masyarakat serta daerah. Jangan berupaya mendorong pemekaran dengan ambisi tertentu.
“Saya tidak bicara menolak atau mendukung pemekaran. Saya hanya tidak ingin ada kepentingan kepentingan tertentu di balik upaya para bupati dan tokoh politik yang mendorong pemekaran, karena dampaknya nanti rakyat yang akan merasakan,” kata Emus Gwijangge. (Arjuna)
















































