Ferdinandus Kainakaimu Catat Sejarah, Jabat Sekda Pertama Provinsi Papua Selatan

Metro Merauke – Lembar baru sejarah birokrasi Pemerintahan Provinsi Papua Selatan resmi mencatat. Untuk pertama kalinya putra asli Papua dari Kabupaten Mappi menduduki kursi tertinggi ASN di daerah itu, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) definitif.

Adalah Ferdinandus Kainakaimu, pria kelahiran Kepi, 27 September 1973, resmi dilantik Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo, sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Selatan definitif, Selasa (14/10/2025).

Bacaan Lainnya

Momentum bersejarah itu bukan sekedar pergantian jabatan dari Penjabat (Pj) Sekda sebelumnya, Maddaremeng, melainkan sebagai simbol perubahan sekaligus menggambarkan komposisi pimpinan di Papua Selatan yang seimbang dan ideal.

Kehadiran Gubernur dijabat anak asli dari Asmat, Ketua Majelis Rakyat Papua Selatan dari Boven Digoel, Wakil Gubernur dari Merauke serta jabatan Sekda diemban putra dari Mappi disebut sebagai representasi yang lengkap.

Gubernur Papua Selatan, Apolo Safanpo sendiri menegaskan, bahwa Ferdinandus Kainakaimu terpilih sebagai Sekda merupakan pilihan Tuhan, selain memang, sambung Apolo, Ferdinandus memiliki kualitas yang mumpuni.

“Tuhan yang telah memilih Ferdinandus Kainakaimu sebagai Sekda, maka Tuhan sendirilah yang akan menjaganya dalam melaksanakan tugas,” ucap Apolo Safanpo.

Pada kesempatan itu Gubernur meminta agar seluruh komponen yang ada terus mendukung Sekda dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.

“Kita jangan ada yang mencoba untuk mengganggu orang yang sudah Tuhan pilih, tetapkan, dan urapi, kalau kita ganggu itu sama kita melawan Tuhan, mari kita dukung supaya Sekda mampu mengimplementasikan visi-misi dalam membangun dan mensejahterakan masyarakat di Papua Selatan,” tuturnya.

Apolo Safanpo juga mengapresiasi dan ungkapan terima kasih yang tulus kepada mantan Pj Sekda, Maddaremeng, karena memiliki jasa besar dalam mempersiapkan dan membina kita dalam mempersiapkan DOB Papua Selatan sampai menjadi definitif.

“Saudara Maddaremeng ini ibarat seseorang yang merunduk di puncak gunung paling tertinggi, tapi bagaimanapun tetap kelihatan. Beliau ini sebagai Pj Sekda terlama, itu artinya tugas dan kerya baktinya diterima dengan baik di Papua Selatan, kami sangat terbantu dan belajar darinya,” ungkap mantan Rektor Uncen Papua.

“Pesan saya, mari kita lanjutkan tugas dan tanggung jawab yang telah dimulai saudara Maddaremeng dalam upaya kita membangun Papua Selatan,” tandasnya.

Sekedar diketahui dalam pengambilan sumpah janji Sekda Papua Selatan diwarnai dengan prosesi adat dari 8 Suku besar. Yakni Malind, Asmat, Muyu, Wambon, Auyu, Yakai, Wiyahar, dan Korowai. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *