Kader Demokrat Minta DPP Peringatkan Bupati Yapen

Kader Partai Demokrat Papua, Emus Gwijangge

Metro Merauke – Salah satu kader Partai Demokrat Papua, Emus Gwijangge meminta DPP Partai Demokrat menegur Bupati Kepulauan Yapen, Tony Tesar.

Emus mengatakan, Tony Tesar yang merupakan Ketua DPC Demokrat Kepulauan Yapen dan Wakil Ketua DPD Demokrat Papua, terkesan telah mendiskreditken warga Papua dari wilayah tertentu, berkaitan dengan pernyatannya mengenai sistem noken.

Bacaan Lainnya

Selain itu, Tony Tesar juga terkesan menyinggung Gubernur Papua, Lukas Enembe yang merupakan Ketua DPD Demokrat Papua.

Pernyataan Tony Tesar yang dianggap menyinggung Gubernur Papua atau sesama kader Partai Demokrat, yakni “Semua gejolak di Papua terjadi karena ada leadership yang belum bisa menjadi contoh untuk meredam semua gejolak di Papua. Apakah Papua mau begini terus dengan seorang leadership, leadership yang hanya dipilih dengan noken.”

Pernyataan itu diduga disampaikan Tony Tesar saat Forum Diskusi Pembangunan Kesejahteraan Papua bersama Deputi V Kepala Kantor Staf Kepresidenan Republik Indonesia di Jakarta, akhir Maret 2022 lalu.

Videonyapun telah beredar luas di berbagai media sosial dan aplikasi pesan singkat.

“Saya meminta DPP memberikan sanksi. Bahkan apabila perlu dicopot dari jabatannya sebagai Ketua DPC Demokrat Yapen dan Wakil Ketua DPD Demokrat Papua,” kata Emus Gwijangge, Selasa (05/04/2022).

Emus menegaskan, sebagai sesama kader Demokrat ia merasa perlu mengingatkan Bupati Yapen. Sebab pernyataannya itu dalam menimbulkan polemik.

“Memang Bupati Yapen tidak menyebut secara spesifik siapa leadership yang dipilih dengan sistem noken, dan belum bisa menjadi contoh, namun itu terkesan mengarah pada pejabat pejabat dari wilayah pegunungan, termasuk Bapak Gubernur Papua,” ucap Emus Gwijangge.

Kata Emus, apabila Tony Tesar menyinggung sistem noken berkaitan dengan upaya memperjuangkan terbentuknya daerah otonomi baru (DOB) wilayah Saireri, itu merupakan hak yang bersangkutan.

Namun tidak harus mengeluarkan pernyataan yang terkesan diskriminatif dan dapat memicu polemik.

“Saya harap DPP Partai Demokrat menegur bahkan kalau perlu mencopot yang bersangkutan dari jabatan Ketua DPC Demokrat Yapen,” ujarnya.

“Pemilu kemarin ketua DPC Partai Demokrat Yapen dan Ketua DPC Partai Demokrat Jayawijaya, memberikan suara kepada kerabatnya di  DPR RI Robert Rouw yang sekarang Ketua Komisi III. Suara untuk DPR Papua juga berikan kepada ketua DPR PAPUA dari Nasdem. Sekarang, mereka semua mau mengkhianati Partai Demokrat. Padahal selama ini mereka makan minum semua di situ,” kata Emus Gwijangge lagi.

Dikutip dari kabartifa.id, Tony Tesar meminta maaf atas pernyataannya apabila menyinggung dan melukai perasaan mereka yang berasal dari wilayah pegunungan.

“Saya mohon maaf kepada saudara-saudaraku dari daerah pegunungan,” kata Tony Tesar.

Ia menegaskan, sama sekali tak ada niat menyinggung perasaan warga Papua dari wilayah lain. Terutama mereka yang berasak dari daerah pegunungan yang selama ini menggunakan sistem noken.

“Sekali lagi saya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini, terutama kepada saudara-saudaraku di pegunungan, dan lebih khusus kepada yang terhormat Bapak Lukas Enembe, Gubernur Papua. Tuhan memberkati dan melindungi kita semua,” ucap Tony Tesar. (Redaksi/Arjuna)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *