Metro Merauke – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Solidaritas Indonesia Provinsi Papua Selatan, Jeremias Michael Omona menegaskan, siap menerima kritik bilamana dalam kerja mendampingi dan membantu masyarakat, terdapat kesalahan dan kekeliruan.
PSI kata dia, tak alergi dengan kritik yang membangun. “PSI bukan partai anti kritik, silahkan memberi masukan,” kata Jerry Omona, kepada Metro Merauke, kemarin.
Ia mengatakan, atas saran serta pendapat dari masyarakat, PSI terus memperbaiki diri dan bekerja lebih maksimal.
“Selama lima tahun terakhir, PSI tak tinggal diam, sehingga wajar apabila ada yang cemburu dan membully PSI. Sejujurnya, PSI juga bukan partai besar yang memiliki banyak sumber daya, kami hanya berupaya dengan kemampuan yang ada terus bersama masyarakat,” paparnya.
Baginya, kritikan dari publik sangat dibutuhkan oleh partai. Kritikan tersebut menjadi motivasi bagi PSI untuk terus berbuat yang terbaik.
“Semoga saja pada pemilu mendatang, PSI memiliki kursi di DPRD, sehingga kami bisa melakukan sesuatu yang lebih besar untuk masyarakat di wilayah Papua Selatan,” ujarnya.
Jerry menambahkan, PSI siap berjuang diruang dewan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat, memastikan setiap warga kurang mampu mendapatkan layanan kesehatan layak, serta pendidikan terbaik bagi anak-anak putus sekolah dan terbatas finansial.
“Selama ini, PSI telah menyekolahkan sejumlah anak kurang mampu dan membantu mereka yang sakit karena tiada biaya perobatan, benar bahwa ini masih kurang, semoga saja ke depan PSI bisa berbuat lebih dari itu,” tukasnya.
Apa yang dilakukan PSI, kata dia, tentunya belum menyentuh seluruh lapisan masyarakat. “Karena kami belum memiliki kekuatan, berbeda jika PSI telah memiliki kursi di DPRD,” ucapnya.
Ia meminta, kritik dan saran kepada PSI, dapat lebih detail agar PSI bisa mengerjakannya sesuai dengan harapan masyarakat.
“Kadang kritikan yang kami terima tidak bersifat membangun, tapi malah menghujat dan memfitnah, kritikan berupa hujatan-hujatan itu, tidak dapat kami kerjakan sebab hanya bertujuan untuk menyerang PSI,” jelasnya.
Meskipun demikian, kata dia, bagi mereka yang menghujat PSI, merupakan sesuatu yang wajar, dan adalah hak dari setiap warga negara di alam demokrasi.
“Silakan saja membully PSI jika itu dapat membuat penghujat bahagia, kami menerimanya, kami hanya fokus dan terus bekerja untuk masyarakat,” tutupnya. (redaksi/advetorial)
















































