Mahasiswa Bakal Kembali Turun Jalan, LMA:Baiknya Batalkan

Suasana jumpa Pers, Sabtu (10/09/2022)

Metro Merauke – Adanya rencana Aliansi Mahasiswa Merauke untuk kembali turun ke jalan, melakukan aksi penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Senin (12/09/2022) mendapat tanggapan serius dari Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Suku Marind Anim Ha Kabupaten Merauke.

Dalam jumpa persnya, Pj Ketua LMA Suku Marind Anim Ha Kabupaten Merauke, Ignasius Bole Gebze, didampingi Wakil Ketua LMA, Vincensius Y Gebze, Korwil LMA Animha 4 kabupaten, Gerfasius W Mahuse, Sekretaris Umim LMA, Yoseph A Gebze, sesepuh LMA, Paulus Mokai Gebze dan tokoh masyarakat, Paskalis Imadawa dengan tegas menyebut, aksi demo tersebut tidak sepatutnya digelar di Merauke.

Bacaan Lainnya

“Bagi kami itu meresahkan, karena rencana aksi demo dapat berdampak anarkis. Mengatasnamakan masyarakat, itu masyarakat yang mana, lalu rakyat melarat, pertanyaanya rakyat mana yang melarat,” tanyanya dalam jumpa pers, Sabtu (10/09/2022).

Ia menegaskan, budaya orang Marind dalam menyelesaikan persoalan, termasuk menyikapi kenaikan BBM bukan dengan cara berdemo. Melainkan lewat duduk bersama dan berbicara.

Terkait adanya kenaikan BBM, kata Ignasius Bole Gebze, hal tersebut merupakan kebijakan negara. Sehingga pihaknya meminta agar rencana untuk turun jalan batal dilakukan.

Ketua LMA mengemukakan, alasan tidak menghendaki adanya demo. Sebab, masyarakat di selatan Papua tengah saat ini tengah menyambut hadirnya Provinsi Papua Selatan dengan penuh kedamaian.

Ignasius Bole Gebze juga meminta Kepolisian untuk tegas, dengan menahan adanya aksi-aksi demo di daerah.

“Merauke sebagai barometer istana damai. Kepada putra putri asli Marind baiknya untuk fokus belajar,”pintanya.

Sementara itu, tokoh masyarakat, Paskalis Imadawa mengatakan, mahasiswa di daerah untuk tidak mudah terprovokasi, melainkan ikut bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di daerah, yang tengah bersiap-siap menyambut hadirnya Provinsi Papua Selatan.

“Merauke saat ini lagi teduh dan menunggu finalisasi pemekaran Papua Selatan dan jangan buat onar dengan aksi-aksi,” tegasnya.

“Kalau mau demo di Jakarta, karena bukan daerah yang naikan BBM tapi ini keputusan pemerintah pusat.”

Ditambahkan, pada Senin mendatang pun dijadwalkan akan hadir ke Merauke tim Kemendagri kaitannya PPS.

“Kita tidak inginkan ada demo, Merauke harus steril. Mari sama-sama kita jemput lahirnya bayi PPS dengan damai,” tandasnya. (Nuryani)

Untuk Pembaca Metro Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.