Metro Merauke – Satuan tugas (Satgas) penanganan COVID-19 Provinsi Papua Barat terus mengejar target minimal 70 persen vaksinasi COVID-19 untuk mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) dengan melakukan safari vaksinasi COVID-19 ke sejumlah daerah.
Penjabat Gubernur sekaligus Penjabat Ketua Umum Satgas COVID-19 Papua Barat Paulus Waterpauw di Manokwari, Rabu, mengatakan meningkatkan cakupan vaksinasi COVID-19 baik dosis pertama, dosis kedua maupun dosis ketiga atau dosis penguat (booster) menjadi prioritas Tim Satgas COVID-19 di tengah ancaman munculnya subvarian baru Omicron BA.4 dan BA.5.
Kegiatan safari vaksinasi COVID-19 itu akan segera digelar Pemprov Papua Barat dengan melibatkan unsur TNI, Polri dan pihak swasta.
“Paling cepat dalam minggu ini, tim safari vaksinasi COVID-19 sudah dibentuk untuk mengejar capaian target 70 persen, terutama daerah dengan cakupan vaksinasi COVID-19 terendah,” kata Waterpauw.
Ia mengatakan, bahwa vaksinasi COVID-19 diwajibkan bagi seluruh masyarakat Papua Barat, kecuali warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu berdasarkan pemeriksaan medis.
Di Papua Barat, kata Waterpauw, masih ada tiga daerah dengan persentase vaksinasi COVID-19 rendah yaitu Pegunungan Arfak, Maybrat dan Tambrauw.
“Status zona hijau dari sebaran COVID-19 bukan alasan warganya tidak divaksin. Hal ini akan kami dorong bersama agar memberikan pemahaman kepada masyarakat,” ujarnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Otto Parorongan mengatakan per 4 Juli 2022 jumlah orang yang menerima vaksin COVID-19 dosis penguat di Papua Barat sudah mencapai 102.645 atau 12,6 persen dari 797.402 sasaran penduduk Papua Barat.
Sementara cakupan vaksinasi COVID-19 dosis pertama mencapai 511.104 orang atau 64,1 persen, dan dosis dua mencapai 370.312 orang atau 46,4 persen.
“Dari 13 Kabupaten dan Kota di Papua Barat cakupan vaksinasi COVID-19 terendah di Kabupaten Pegunungan Arfak, yakni dosis pertama 403 orang, dosis kedua 351 orang dan dosis ketiga atau penguat sebanyak 40 orang atau 0,1 persen dari 29.822 sasaran penduduk di daerah itu,” ujar Otto Parorongan. (Antara)
















































