Pemprov Papua sebut sebagian sekolah sudah terapkan Kurikulum Merdeka

Pelaksanaan Tugas Kepala Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua Protasius Lobya (ANTARA/ Qadri Pratiwi)

Metro Merauke – Dinas Pendidikan Perpustakaan dan Arsip Daerah (DPPAD) Provinsi Papua menyebutkan beberapa sekolah di daerah itu telah menerapkan Kurikulum Merdeka.

Pelaksana Tugas Kepala DPPAD Provinsi Papua Protasius Lobya di Jayapura, Minggu, mengatakan sekolah yang sudah menerapkan Kurikulum Merdeka yakni SMA Gabungan, SMAN 4, SMA YPK Kotaraja, SMA Taruna Dharma. Sedangkan beberapa lainnya masih menyesuaikan dengan kondisi pembelajaran.

Bacaan Lainnya

“Kurikulum Merdeka bisa dijalankan ketika para guru di sekolah tersebut sudah mendapat bimbingan teknis mengenai esensi dari Kurikulum Merdeka,” katanya.

Menurut Protasius, Kurikulum Merdeka tidak berbeda dengan sebelumnya hanya saja pada metode pembelajaran akan lebih beragam sehingga peserta didik memiliki cukup waktu dalam mendalami konsep menguatkan kompetensi.

“Untuk tahun ini Papua angkatan ketiga mengimplementasikan Kurikulum Merdeka, sehingga kami belum mendapatkan evaluasi secara menyeluruh dari sekolah-sekolah yang menerapkan kurikulum tersebut,” ujarnya.

Dia menjelaskan dalam menerapkan Kurikulum Merdeka tidak harus berlaku penuh, karena yang paling penting bagaimana proses pembelajaran anak mengalami kebebasan belajar termasuk guru.

“Seperti SMAN 3 dan SMAN 5 sekolah yang sudah ditetapkan hanya jurusan IPA tidak bisa ada jurusan lain, namun bukan berarti program sekolah penggerak atau Kurikulum Merdeka tidak bisa diterapkan karena ada efek pembelajaran bagi guru dan peserta didik untuk variasi metode mengajarnya,” katanya.

Sebelumnya Mendikbudristek Nadiem Makarim menjelaskan bahwa penerapan Kurikulum Merdeka merupakan sebuah tawaran atau opsi. Jadi tidak memaksakan sama sekali kepada sekolah untuk menerapkannya. Namun, ia berharap para pendidik dan kepala sekolah melihat kurikulum ini dari keluasan manfaatnya untuk pemulihan pembelajaran.

“Kami percaya, gurulah yang paling mengerti kebutuhan dan potensi anak didiknya. Oleh karena itu, kami berikan keleluasaan yang jauh lebih besar kepada mereka untuk mengembangkan pembelajaran dengan mengedepankan pembelajaran berbasis proyek. Kurikulum Merdeka mengedepankan pembelajaran yang jauh lebih memerdekakan, menyenangkan, mendalam dan relevan untuk para pelajar,” ungkap Nadiem. (Ant)

Untuk Pembaca Metro Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.