Polda Papua Minta Masyarakat Bijaksana Sikapi Penangkapan Bupati Mimika

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri

Metro Merauke – Kepolisian Daerah atau Polda Papua meminta masyarakat Papua, khususnya di Kabupaten Mimika, bijaksana menyikapi penangkapan Bupati Mimika, Eltinus Omaleng.

Eltinus Omaleng ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Kota Jayapura, Rabu (07/09/2022) pagi. Ia ditangkap terkait dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi di Mile 32 Mimika.

Bacaan Lainnya

Kapolda Papua, Irjen Pol Mathius D Fakhiri mengatakan, masyarakat perlu menghargai proses hukum yang dilakukan KPK.

“Tentunya dengan masyarakat bisa melihat dari sisi hukum, kami berharap tidak ada perkembangan lain dengan situasi yang ada di Mimika,” kata Mathius D Fakhiri, Rabu (07/09/2022).

Menurutnya, hingga kini situasi di Mimika dan Papua secara umum masih kondusif. Akan tetapi Polda Papua mengantisipasi kemungkinan adanya dinamika yang terjadi setelah penangkapan itu.

Polda Papu berupaya, agar tidak ada dampak lain di Papua, dari upaya penegakan hukum yang dilakukan KPK itu.

“Polda Papua mendukung proses hukum yang dilakukan oleh KPK. Kami sudah memerintahkan Kapolres Mimika berkomunikasi dengan tokoh-tokoh yang ada di Mimika,” ujarnya.

Katanya, Polres Mimika juga diinstruksikan meningkatkan pengamanan, mencegah agar tidak terjadi hal-hal yang tak diinginkan di sana.

“Saya harap situasi kondusif ini kita jaga bersama,” katanya.

Dugaan korupsi pembangunan Gereja Kingmi yang menjerat Eltinus Omaleng, menelan dana APBD Mimika sekitar Rp 250 miliar, tahun anggaran 2015-2022.

Sejak pertengahan Juni 2022 lalu, KPK telah menetapkan Bupati Mimika sebagai tersangka, setelah pemeriksaan 30 orang saksi.

Akan tetapi, Eltinus Omaleng mempraperadilankan KPK ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan pada 20 Juli 2022, dengan nomor perkara:62/Pid.Pra/2022/PN JKT.SEL.

Eltinus menempuh upaya hukum, karena menilai penetapannya sebagai tersangka tidak sah dan tidak berkekuatan hukum mengikat.

Namun PN Jakarta Selatan menolak gugatan Eltinus Omaleng, lewat putusan pada 25 Agustus 2022, karena upaya hukum yang dilakukan KPK telah sesuai prosedur hukum yang berlaku. (Arjuna)

Untuk Pembaca Metro Merauke

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.