Metro Merauke – Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Papua Selatan belum lama ini mengadakan rapat yang dirangkaikan dengan Rakor Nasional Mingguan TPID.
Rapat ini dihadiri anggota TPID dari berbagai unsur, termasuk Inspektorat, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan, dan Biro Ekbang.
Berdasarkan data terbaru, inflasi Papua Selatan di Bulan Juni mencapai 3,00% (yoy), yang merupakan angka tertinggi nasional dan di atas rata-rata inflasi nasional yang sebesar 1,87%.
Kepala Inspektorat Papua Selatan, Sucahyo Agung menjelaskan, dalam rapat tersebut Kepala BPS Merauke membeberkan terkait inflasi yang terjadi di Merauke dipengaruhi oleh kenaikan harga beberapa komoditas fluktuatif, seperti cabai rawit, cabai merah, bawang merah, sayuran, serta komoditas lainnya seperti air galon, rokok, dan perawatan/kosmetik.
Diperkirakan angka inflasi masih bisa meningkat dan berlangsung dalam beberapa bulan ke depan.
Sementara itu dari Bulog Divre Merauke pun melaporkan bahwa stok beras di gudang Bulog masih aman, yaitu sekitar 8.000 ton, meskipun belum ada pengisian kembali karena beberapa lokasi mengalami gagal panen akibat banjir.
Dimana beras SPHP telah didistribusikan ke gudang-gudang kabupaten, sehingga masih aman dalam beberapa bulan ke depan sambil menunggu panen berikutnya.
Dikatakan Sucahyo Agung, TPID juga telah berkomunikasi dengan perwakilan pedagang sayur di Merauke dan di luar daerah, seperti Keerom/Jayapura untuk membahas beberapa komoditas yang memiliki disparitas harga cukup tinggi.
“TPID sedang menghitung kemungkinan subsidi angkutan udara untuk menekan harga komoditas sayuran yang sangat fluktuatif tersebut, dan masih menunggu kebijakan dari pimpinan,” tandasnya. (Nuryani)
















































