Sekolah Restorasi Angkatan II, Siapkan SDM Papua Selatan Berpotensi

Pembukaan sekolah restorasi di Rumah Aspirasi H Sulaeman L Hamzah

Metro Merauke – Setelah sukses membuka sekolah Restorasi Angkata pertama tahun 2020, kini sekolah yang digagas Anggota Komisi IV DPR RI, H. Sulaeman L Hamzah bersama Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah kembali digelar di Merauke.

Menariknya, peserta sekolah restorasi angkatan II yang digelar di Rumah Aspirasi H Sulaeman L Hamzah di Merauke semakin bertambah.

Bacaan Lainnya

Bahkan, terdapat peserta yang berasal dari Kabupaten Yahokimo hingga Wamena datang menimba ilmu.

Dikatakan Direktur Eksekutif Rumah Aspirasi H Sulaeman L Hamzah, yang juga Anggota DPR Papua, Fauzun Nihayah mengatakan, sekolah restorasi dihadirkan dengan tujuan, untuk mengajarkan generasi muda Papua Selatan lebih cakap berkomunikasi dihadapan publik, sekaligus membekali berbagai pengetahuan yang sangat dibutuhkan peserta.

“Butuh 1 tahun menimba ilmu di sekolah restorasi, peserta diberikan skil seperti publik speaking, kepemimpinan, kewirausahaan hingga jurnalistik. Ini sangat penting demi kemajuan sumber daya manusia, “ucap Fauzun Nihayah.

Menurutnya, pihaknya komitmen dalam penyiapan SDM Papua agar cerdas, mandiri, dan berwawasan luas.

Bahkan, untuk memajukan orang Papua, kata Fauzun Nihayah, telah digagas sekolah politik perempuan yang dilaunching April 2022.

Hal itu dinilai selaras, seiring terbentuknya Provinsi Papua Selatan, sebagai peluang setiap orang untuk ikut mengisi pembangunan di daerah.

“Sekolah restorasi kali ini ada 70 peserta dari berbagai daerah. Ini komitmen Partai NasDem tingkatkan SDM,” jelasnya.

Pembukaan sekolah restorasi angkatan II juga dihadiri langsung Gubernur Akademi Bela Negara DPP Partai NasDem, Mayor Jenderal TNI (Purn) Dr (H.C). IGK Manila.

Sementara itu Anggota Komisi IV DPR RI, H Sulaeman L Hamzah menyebut, dengan disahkannya Undang-undang Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Papua Selatan, dibutuhkan SDM yang handal untuk mengisi pembangunan.

Ini sebagai peluang besar, kata Sulaeman, bagi generasi muda ikut membangun PPS dengan baik.

“Dan sekolah restorasi terbuka untuk umum dari daerah mana bisa ikut, tapi spesial dan fokus untuk orang asli Papua,” tutur Sulaeman Hamzah.

Diuraikan, selain pendidikan formal, dalam pendidikan di sekolah restorasi, peserta berikan ilmu praktis sebagai tambahan.

Tujuannya untuk membuat SDM berani, sekaligus sebagai motivasi diri peserta sekolah restorasi dalam pengembangan potensi. (Nuryani)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *