Metro Merauke – Tiga kabupaten di Provinsi Papua Selatan meliburkan aktivitas sekolah akibat makin tebalnya kabut asap yang melanda daerah tersebut. Ketiga daerah itu masing-masing Kabupaten Boven Digoel, Mappi, dan Asmat.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua Selatan, Paskalis Prayitno menyebut, pihaknya mengambil langkah antisipatif dengan meliburkan kegiatan belajar mengajar di tiga kabupaten akibat pekatnya kabut asap yang dapat berdampak mengganggu kesehatan.
“Keputusan itu diambil setelah saya melakukan komunikasi langsung dengan para kepala dinas pendidikan di tiga wilayah cakupan. Langkah ini dinilai mendesak mengingat kondisi kabut asap yang sudah sangat pekat dan mulai berdampak serius pada kesehatan pernapasan warga,” ujarnya kepada wartawan, Senin (12/10/2026).
Menurutnya, dampak kabut asap tersebut dirasakan secara langsung oleh masyarakat, tidak terkecuali orang dewasa. Oleh karena itu, sistem belajar dari rumah diterapkan sementara waktu demi melindungi keselamatan para peserta didik.
“Saat ini kondisi udara sudah sangat pekat, jarak pandang juga sudah semakin dekat, sehingga kami memberikan dukungan kepada Kepala Dinas Pendidikan tingkat kabupaten untuk memberikan ruang bagi anak-anak sekolah belajar dari rumah,” kata Paskalis Prayitno.
Ketiga kabupaten dimaksud meliburkan sekolah hingga Selasa besok, dengan opsi perpanjangan waktu apabila kondisi cuaca dan kualitas udara belum membaik.
“Kalau untuk Kabupaten Merauke belum diberikan rekomendasi untuk meliburkan sekolah karena situasi kabut asap dinilai masih terkendali dan belum separah di tiga kabupaten lainnya,” ucapnya.
Pihak Dinas Pendidikan Provinsi akan terus memantau perkembangan situasi di lapangan secara berkala guna menentukan kebijakan lanjutan demi keamanan dan kenyamanan proses pendidikan bagi anak-anak di Papua Selatan. (Nuryani)













































