Metro Merauke – Kebakaran hutan dan lahan yang semakin meluas di wilayah Provinsi Papua Selatan berdampak langsung pada penurunan kualitas udara akibat kabut asap. Kondisi ini memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut di tengah masyarakat.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Selatan, dr Herlina Rahangiar, mengonfirmasi adanya kenaikan jumlah warga yang mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap.
Laporan kenaikan kasus ini telah diterima dari empat kabupaten, dengan lonjakan yang cukup signifikan di kawasan terdampak.
Menanggapi situasi tersebut, Dinas Kesehatan Papua Selatan mengimbau masyarakat untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan demi menjaga kesehatan. Warga diminta tetap berada di dalam rumah jika tidak memiliki urusan yang sangat mendesak.
”Bila terpaksa harus beraktivitas di luar rumah, masyarakat diharapkan untuk selalu mengenakan masker guna menyaring partikel debu dan asap,” katanya.
Menurut Herlina, langkah ini penting untuk memimalisir risiko masuknya polutan ke dalam saluran pernapasan.
Selain penggunaan masker, warga juga diingatkan untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah cukup guna mencegah dehirasi di tengah cuaca ekstrem. Asupan makanan bergizi yang kaya vitamin dan mineral juga sangat dianjurkan untuk menjaga daya tahan tubuh.
Guna menanggulangi lonjakan pasien, kaya Herlina, pihaknya telah mendistribusikan penambahan stok masker dan obat-obatan ISPA ke kabupaten-kabupaten terdampak. Pasokan logistik medis tersebut disalurkan untuk memperkuat ketersediaan stok di tiap fasilitas kesehatan.
Pemerintah provinsi juga telah mengajukan permohonan bantuan tambahan logistik kesehatan kepada Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Langkah koordinasi dengan pemerintah pusat ini dilakukan guna memastikan ketersediaan sarana medis tetap aman jika cuaca ekstrem berlanjut.
Masyarakat yang mengeluhkan gejala sesak napas atau gangguan kesehatan lain diimbau untuk segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat. Seluruh posko dan fasilitas pelayanan kesehatan di daerah dipastikan siap memberikan penanganan medis secara intensif. (Nuryani)













































