Bea Cukai Manokwari Sumbang Penerimaan Negara Rp 6,8 Miliar

Kepala KPPBC Manokwari Johan Pandores (ANTARA/HO-Tri Adi Santoso)

Metro Merauke – Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Manokwari, Papua Barat hingga awal Mei sudah menyumbang penerimaan negara sebesar Rp 6.807.036.000 atau 716,53 persen dari target penerimaan 2022 yang ditetapkan sebesar Rp950 juta.

Kepala KPPBC Manokwari Johan Pandores di Manokwari, Senin, mengatakan penerimaan terbesar berasal dari bea masuk yaitu dari PT SDIC Semen Papua Manokwari.

Bacaan Lainnya

“Tahun 2022, ada dua perusahaan yang menyumbang bea masuk selain PT SDIC, ada juga dari PT Longkelai yang mengimpor barang modal untuk pengolahan kayu,” ujarnya.

PT SDIC Manokwari diketahui mengimpor jenis batu bara dan gypsum untuk bahan baku pembuatan semen dari luar negeri.

Johan menyebutkan pada pertengahan tahun ini akan ada realokasi kembali penetapan target penerimaan dari setiap kantor bea cukai, termasuk KPPBC Manokwari.

Berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, target penerimaan negara di KPPBC Manokwari biasanya meningkat hingga tiga atau empat kali lebih tinggi dari target di awal tahun.

“Seperti halnya tahun-tahun sebelumnya yang mana awal tahun kami ditargetkan hanya Rp400 juta, namun sampai pertengahan tahun bisa meningkat menjadi lebih dari Rp3 miliar,” jelasnya.

Selain mengandalkan penerimaan negara dari bea masuk dari aktivitas impor bahan baku semen, PT SDIC Manokwari juga tahun ini akan melakukan aktivitas ekspor semen dan klinker.

“Selain ekspor semen, awal Mei juga telah dilakukan ekspor klinker yang menambah penerimaan negara Bea Cukai Manokwari,” ujarnya. (Antara)

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *